Begini Kondisi Ekonomi RI di Mata Masyarakat Versi Survei Indikator

Penerimaan PBB Tercapai 98%
September 27, 2018
Kemenkeu Kaji Ekspor Sektor Jasa PPN 0 Persen
September 27, 2018

Jakarta – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei berjudul “Elektabilitas Dua Pasangan Capres-Cawapres dan Peta Elektoral Pemilu Legislatif 2019”.

Dari hasil survei itu menyebutkan kondisi umum berdasarkan berbagai bidang antara lain ekonomi, politik, hukum, dan keamanan.

Hasil survei pada September 2018 di bidang ekonomi, satu responden menilai kalau ekonomi sangat baik dibandingkan tahun lalu.

Kemudian 30 persen responden menilai kondisi ekonomi baik, 44 persen responden menyatakan kondisi ekonomi sedang, 21 persen responden menilai buruk, dan 3 persen sangat buruk. Sementara itu, satu responden tidak tahu atau tidak jawab.

Dilihat secara nasional, 38 persen responden menilai kalau kondisi ekonomi sekarang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Selanjutnya, dua responden menyatakan kondisi ekonomi nasional sekarang jauh lebih baik.

Sementara itu, 36 persen menyebutkan kondisi ekonomi tidak ada perubahan. Sisanya 17 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional sekarang jauh lebih. Dua persen responden menilai kondisi ekonomi nasional sekarang jauh lebih buruk.

Dilihat dari sisi kondisi ekonomi rumah tangga, 39 persen responden menyebutkan lebih baik ketimbang 2017. Selain itu, 3 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangga sekarang jauh lebih baik. Sementara itu, satu orang tidak menjawab.

Kemudian 17 persen responden menilai kalau kondisi ekonomi rumah tangga sekarang lebih buruk ketimbang tahun lalu. Bahkan satu responden menyebutkan kondisi ekonomi rumah tangga sekarang jauh lebih buruk.

Dari hasil temuan kondisi sosial-ekonomi bisa dilihat kalau evaluasi warga terhadap kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional positif sepanjang 2018. Yang menyatakan kondisi ekonomi sekarang lebih baik ketimbang tahun lalu lebih banyak dari yang mengatakan lebih buruk.

“Masalah yang berkaitan dengan kepentingan paling mendesak bagi warga umumnya, di mana pun terkait dengan masalah ekonomi,” tulis survei itu yang dikutip Kamis pekan ini.

Survei ini dilakukan pada 1-6 September 2018. Survei itu melibatkan 1.220 responden yang multistage random sampling  atau populasi dipilih secara acak di Indonesia. Responden terpilih di wawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Sumber : Liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only