Darmin: Kalau Ekonomi Dunia Pulih, Hampir Pasti Kita Ketinggalan

Investasi di Bawah Rp 500 Miliar Bakal Dapat Diskon Pajak 60 Persen
September 28, 2018
Perluasan jenis ekspor jasa PPN 0% ditargetkan akhir tahun ini
September 28, 2018

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018).

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution mengatakan, dalam setahun terakhir, ekonomi dunia mulai menunjukkan pemulihan dari guncangan global pada 2008-2009.

Hal ini menunjukkan dampak positif bagi negara yang berorientasi pada perdagangan ke luar negeri. Sementara bagi Indonesia yang aktivitas ekspornya jauh lebih kecil dibandingkan impornya, hal ini menjadi ancaman besar.

Pertumbuhan perekonomian Indonesia diprediksi melambat.

“Kalau ekonomi dunia pulih, hampir pasti kita ketinggalan pertumbuhannya dibandingkan Malaysia dan Thailand. Karena mereka berorientasi pada ekspor,” ujar Darmin di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Berbeda dengan negara tersebut, kata Darmin, Indonesia masih berorientasi pada perdagangan di dalam negeri. Setelah krisis 1998, Indonesia bukannya menggenjot kegiatan ekspor-impor, namun fokusnya pada kegiatan pengelolaan sumber daya alam.

Saat ini, Indonesia berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Namun, Darmin khawatir kondisi global akan membuat Indonesia disalip negara-negara lain jika tak mampu bertahan.

“Jadi begitu perdagangan dunia pulih, akan banyak negara yang cepat melampaui kita karena banyak negara beriorientasi keluar dengan memanfaatkan dinamika impor-ekspor,” kata Darmin..

Pemerintah mewanti-wanti agar dampak pemulihan perekonomian dunia tak menjatuhkan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah mengantisipasi hal etrsebut dengan merancang berbagai kebijakan.

Salah satu strateginya adalah mendorong sektor pariwisata untuk menggenjot devisa. Menurut Darmin, pariwisata bisa jadi “senjata” alternatif selain ekspor yang bisa mempertahankan perekonomian Indonesia.

Darmin mengatakan, sektor pariwisata termasuk kegiatan yang relatif cepat berkembang di Indonesia. Apalagi dengan keindahan alam dan kayanya budaya Indonesia yang mulai dipandang dunia internasional.

Darmin mengaku bahwa membangun destinasi wisata butuh anggaran besar. Sebab, tak hanya mempercantik kawasan wisata, tapi juga membangun destinasi wisata baru.

“Kalau bangun destinasi pariwisata itu harus dibangin secara besar- besaran, mulai infrastruktur, produk, pertunjukan, sumber daya alam apa yang mau dijual di daerah itu dan supportingnya,” kata Darmin.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only