Sektor Penerima Tax Holiday Bakal Diperluas

Tiga Opsi Penyelesaian Pajak Penjualan Minyak Kontraktor ke Pertamina
October 4, 2018
KABAR PASAR 4 OKTOBER: Ketika Pebisnis Cinta Rupiah, Pemerintah Relaksasi Insentif Pajak
October 4, 2018

JAKARTA. Dalam waktu dekat, pemerintah akan memperluas penerapan kebijakan pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan atau tax holi- day. Sesuai arahan presiden, perluasan kebijakan tersebut akan ditujukan pada sektor yang lebih hilir, salah satunya sektor kendaraan bermotor.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, saat ini sedang dibahas tambahans sektor-sektor lain yang menerima tax holiday.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan 17 sektor yang dianggap sebagai industri pionir, dengan total 153 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang menerima kebijakan ini.

“Kebijakannya nanti diperluas lagi, jadi lebih banyak yang mendapatkan (tax holi- day). Belum ketemu angkanya (tambahan sektor), masih di pilah-pilah,” ujar Iskandar, Rabu (3/10).

Iskandar menyebut, perluasan kebijakan tax holiday tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Menurutnya, Kemenko Perekonomian saat ini masih membahas jumlah sektor yang dianggap potensial untuk menerima fasilitas itu.

Dari segi jumlah KBLI, perluasan tax holiday kemungkinan besar akan menjadi dua kali lipat dari jumlah saat ini. Sementara, dari segi sektor, Iskandar enggan menyebut rinci apa saja yang akan mendapat fasilitas tersebut. “Nanti tunggu saja, kemungkinan sektor kendaraan bermotor salah satunya karena termasuk yang strategis,” tandas Iskandar.

Perluas ke padat karya

Ketua Bidang Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Siddhi Widya Pratama mengatakan, perluasan tax holiday memang perlu dilakukan lantaran kebanyakan sektor yang menerima kebijakan tersebut sebelumnya hanyalah sektor industri dasar atau sektor hulu.

“Bisa juga diperluas ke sektor industri turunan (hilir). Turunannya dari sektor hulu yang kemarin sudah memperoleh tax holiday itu,” ujar Siddhi kepada KONTAN, Rabu (3/10).

Siddhi menilai, pemerintah harus jeli memilah sektor yang potensial.

Selain itu, ia juga berpendapat, kebijakan tax holiday tidak hanya mencakup soal jenis sektornya, tetapi juga memberi keringanan terhadap jumlah minimal investasinya. Selain itu, ia juga menyarankan agar perluasan tax holi- day mencakup industri yang padat karya. “Alangkah baik kalau industri tersebut memiliki hasil output yang bisa untuk ekspor juga. Sekalian meningkatkan devisa hasil ekspor,” tuturnya.

Sekadar informasi, penambahan sektor penerima tax holiday ini sebenarnya baru ditetapkan pada Maret 2018 lalu. Jumlah ini bertambah dari sembilan sektor penerima tax holiday yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2015 lalu.

Dalam ketentuannya, pemerintah menetapkan tax holi- day selama 20 tahun untuk investor yang membenamkan modalnya lebih besar dari Rp 30 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only