Bencana Alam Tidak Signifikan Pengaruhi Rupiah Atas Dolar AS

Ferrari Terpaksa Sunat Profit Demi Siasati Kenaikan Pajak Impor
October 5, 2018
Dana Rp 1,1 Triliun dari Pajak Rokok 2018 Dipakai Menambal Defisit BPJS Kesehatan
October 5, 2018

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah bersama Bank Indonesia sudah melakukan berbagai kebijakan guna memperkuat rupiah salah satunya dengan menaikkan suku bunga untuk menciptakan perubahan.

Namun upaya pemerintah tidak bisa membendung terpuruknya nilai tukar rupiah yang beberapa hari ini sudah di atas Rp 15 ribu per dolar AS. Kendati demikian pemerintah terus mengantisipasi.

Sri Mulyani menyebutkan ada beberapa alasan yang mengakibatkan nilai tukar rupiah melemah atas dollar Amerika Serikat, satu diantaranya rentetan bencana alam yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia sehingga turut mempengaruhi pelemahan rupiah.

Namun, ditegaskan Sri Mulyani bencana alam tidak signifikan mempengaruhi pelemahan rupiah. “Pelemahan rupiah didominasi oleh faktor eksternal, lalu ada sentimen yang lain. Mayoritas ini masalah eksternal,” ucapnya Kamis (4/10/2018).

Dikatakannya, Bank Indonesia sudah melakukan beragam hal untuk memperkuat rupiah. Selain itu pemerintah melaksanakan dan terus memantau sejumlah kebijakan yang telah diputuskan sebelumnya.

Salah satu kebijakan yang pemerintah keluarkan adalah dengan menaikkan pajak bagi 1.147 komoditas impor dikarenakan ribuan barang impor tersebut telah membebani rupiah, padahal sudah ada substitusinya di dalam negeri.

“Kita akan lihat laporannya setiap minggu. Posisi terakhir telah menunjukkan penurunan, namun kami akan lihat Oktober minggu pertama ini,” katanya Menkeu.

Sri Mulyani, masih berharap kebijakan penggunaan biodiesel B20 segera menunjukkan hasilnya karena bahan bakar minyak merupakan komponen impor terbesar dan pemerintah mencoba menguranginya lewat kebijakan tersebut.

Menkeu mengakui akhir September terjadi kenaikan penggunaan biodiesel B20.

Sumber : Poskotanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only