Pemilik Restoran dapat Sosialisasi Soal Pajak

Kejar Pajak, Pemerintah Perlu Pakai Pendekatan Tekanan Sosial
October 11, 2018
Ringankan Pajak Obligasi
October 11, 2018

JAKARTA. Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta memberi sosialisasi kepada puluhan Wajib Pajak (WP) yang membuka usaha restoran dan kios di kawasan Pancoran, Taman Sari, Jakarta Barat.

“Sosialisasi bertujuan agar wajib pajak (pemilik usaha restoran dan tempat usaha) mengetahui cara mendaftarkan diri menjadi WP untuk memungut pajak restoran dari konsumen dan disetor ke kas daerah,” kata Kepala Unit Penyuluhan dan Layanan Informasi (UPLI) BPRD DKI Jakarta, Hayatina, Rabu (10/10/2018).

Pasca sosialisasi, BPRD DKI akan mendata secara door to door ke pemilik usaha restoran dan toko atau layanan jemput bola untuk memudahkan para WP.

Dalam sosialisasi tersebut, Kasubag TU Unit Pelayanan Pajak dan Retrebusi Daerah (UPPRD) Taman Sari, Romy Fahrizal, menjelaskan potensi pajak restoran dan reklame indoor di kawasan perbelanjaan Pancoran ini menjadi target untuk pendataan WP baru di Taman Sari.

“Kerap terjadi kesalahpahaman pemilik usaha restoran dalam memungut pajak dari konsumen. Pemilik (restoran) beranggapan pajak diambil dari penghasilan usaha. Anggapan ini keliru. Pajak 10 persen diambil dari konsumen dan wajib disetor ke kas daerah,” ujar Romy.

Dikatakannya UPPRD Taman Sari juga akan mendata pajak reklame indoor dan parkir di pusat perbelanjaan yang baru dibuka sejak dua pekan silam.

Di sisi lain lanjut Romy, realisasi penerimaan pajak reklame di Kecamatan Taman Sari hingga September 2018 mencapai Rp16,84 miliar atau sekitar 74,21 persen dari total target Rp22,69 miliar. Khusus realisasi penerimaan pajak restauran Rp47,46 miliar atau sekitar 68,07 persen dari total target Rp69,73 miliar. Adapun pajak parkir Rp9,45 miliar atau sekitar 67,36 persen dari total target Rp 14,04 miliar.

Sumber : Poskota News

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only