Ini keuntungan perluasan PPN nol persen ekspor jasa, termasuk perkuat daya saing

Penetapan PPN 0 Persen Ekspor Jasa Dorong Daya Saing Indonesia
October 30, 2018
Pemerintah Akan Perluas Pengenaan Tarif PPN untuk Ekspor Jasa
October 30, 2018

Kementerian Keuangan RI berencana merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 70/2010 Jo. PMK 30/2011 sebagai landasan hukum perluasan pengenaan pajak nol persen di sektor jasa. Salah satu sektor yang memiliki potensi bertumbuh jika kebijakan ini diterapkan adalah sektor jasa profesional yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia Services Dialogue (ISD), Devi Avriyani menyebut bahwa revisi PMK 70/2010 Jo. PMK 30/2011 merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja di sektor jasa profesional.

“Perluasan PPN 0 persen ke ekspor jasa-jasa lainnya merupakan langkah yang baik untuk lebih menggairahkan ekspor jasa. Kalau bisa perluasan seharusnya mencakup pada keseluruhan ekspor jasa,” katanya seperti dikutip merdeka.com diĀ Jakarta, Jumat (26/10).

Menurutnya, PPN seharusnya bersifat general, tidak membedakan antara konsumsi barang atau jasa sehingga jika dikonsumsi di LN (luar daerah pabean) maka perlakuan PPN juga seharusnya sama. Khusus untuk jasa profesional, dalam era pasar bebas, jasa ini mempunyai prospek bagus utk dikembangkan.

“Tentu dengan peningkatan kualitas SDM sesuai standar global dan Indonesia memiliki potensi dengan berbagai program yg telah dilakukan pemerintah dan era teknologi yg makin berkembang,” ujarnya.

Sampai dengan saat ini, kebijakan PPN yang diadopsi oleh Indonesia masih mengacu pada prinsip tujuan yang mewajibkan konsumen asing untuk menanggung PPN setelah layanan tersebut melintasi yurisdiksi bea cukai Indonesia. Oleh sebab itu, tariff PPN 10 persen pemerintah yang dikenakan pada ekspor jasa menjadi pajak ganda.

Pendekatan aplikasi PPN prinsipnya adalah pajak atas konsumsi (on consumption), pengenaannya dilakukan ditempat barang/jasa dikonsumsi (destination). Bagi perekonomian, geliat ekspor jasa tentu akan sangat positif karena dapat berkontribusi langsung pada kinerja neraca perdagangan nasional.

Pelaku usaha sektor jasa, Zamzam Djaelani, Life Science and Healthcare Lead, Deloitte Indonesia mengatakan, penghapusan PPN ekspor jasa dapat memberikan keunggulan kompetitif untuk ekspor sektor jasa Indonesia.

Sebelumnya, Badan kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menjelaskan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor jasa profesional.

“Saya sangat setuju bila ekspor pajak tidak lagi dikenakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen,” jelas Kepala BKF Suahasil Nazara.

Menurutnya, dengan adanya pengenaan nol persen PPN pada sektor ekspor jasa profesional, maka defisit neraca transaksi berjalan dapat dikurangi. Dengan demikian, hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jadi kita harus kurangi impor jasa dan tingkatkan ekspor untuk kurangi defisit ini,” katanya.

 

Sumber : Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only