BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2018 Tak Lebih dari 5,4%

Hasil Pemilu Sela AS Mulai Terbaca, Rupiah Terpeleset
November 7, 2018
Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Bakal Perluas Insentif Pajak
November 7, 2018

JAKARTA, (PR).- Bank Indonesia memprediksi jika pertumbuhan ekonomi di triwulan IV tidak jauh berbeda dengan triwulan III yang realisasinya mencapai 5,17 %. Secara keseluruhan, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 sebesar 5,1-5,4 %.

“Kami melihat secara overall‎, diperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan IV tidak jauh berbeda dengan triwulan III,”ujar  Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doddy Budi Waluyo di Jakarta, Selasa 6 November 2018.

Meskipun demikian, Doddy mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada perbaikan ekonomi di triwulan IV tahun 2018. Hal itu dimotori oleh permintaan domest‎ik dan investasi yang cukup tinggi.

Selain itu, dia mengatakan, upaya pemerintah menekan impor konsumsi melalui ‎pajak penghasilan pasal 22 impor juga diperkirakan semakin terlihat dampaknya pada triwulan IV. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan defisit transaksi berjalan.

“Memang dampaknya belum maksimal ya. Kebijakannya kan baru keluar September, kalau pada (pertumbuhan ekonomi) triwulan III‎ mungkin belum terlihat dampaknya,”ujar dia.

Dia mengatakan, ekspor Indonesia sebenarnya‎ mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Meskipun demikian, laju pertumbuhannya masih kalah dengan impor. “Namun pertumbuhan impor triwulan III sudah lebih rendah dari triwulan IV,”ujar dia.

Sementara itu, Kepala LPEM Universitas Indonesia, Riatu Qibthiyyah, mengatakan‎ tahun politik di Indonesia berdampak netral pada pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita tidak melihat ada efek pemilu pada ekonomi nasional dan daerah,”ujar dia.

Riatu mengatakan, dampak ekonomi pada pemilu merupakan hal yang bisa ditanggulangi. Selain itu, Indonesia juga sudah berpengalaman dalam melewati pemilihan umum langsung.

Selain itu, menurut dia, pemilihan umum yang dilakukan awla tahun membuat faktor ketidakpastian dapat lebih mudah diatasi. “Pemilu dilakukan di bulan April, bukan akhir tahun. Jadi kemungkinan faktor ketidakpastian ‎ bisa teratasi,”ujar dia.

 

Sumber : PikiranRakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only