Modus Klub Sepakbola dan Agen Pemain Menghindari Pajak

Sri Mulyani: Mengumpulkan Pajak Bukan Tugas yang Mudah
November 12, 2018
Kemkeu masukkan kesadaran pajak dalam kurikulum pendidikan, ini kata pengamat
November 12, 2018

Soccer Football - Premier League - Manchester City vs Watford - Etihad Stadium, Manchester, Britain - January 2, 2018 Manchester City players during a minutes silence before the match Action Images via Reuters/Jason Cairnduff EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or "live" services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications. Please contact your account representative for further details.

Agen pemain sepakbola terkadang mengaku bekerja untuk sebuah klub. Kongkalikong antara klub dan agen pemain menjadi trik menghindari pajak. Manchester City dan agen pemain Darren Dein menjadi salah satu contoh. Otoritas Pajak Inggris meminta keduanya patuh terhadap pajak yang harus mereka bayar. City meminta kesepakatan lagi dengan otoritas pajak setempat.

Di belakang nama besar bintang sepak bola dengan harga selangit, rupanya terdapat polemik pembayaran pajak. Otoritas Pajak Inggris mencatat terdapat £ 332 juta pajak yang belum dibayarkan pada November 2018.

Yang sedang disorot adalah Manchester City dan pemain Prancis Gael Clichy yang direkrut oleh klub tersebut pada tahun 2011 silam. Pemain muda ini dihargai lebih dari £ 4 juta atau US$ 5,2 juta per tahun. Harga ini berkat negosiasi lihai dari agen sepak bola Darren Dein.

Soal pajak yang harus dibayar, agen pemain harus menentukan diri apakah mewakili pemain atau klub. Terkadang di sinilah ada permainan untuk mengurangi nilai pajak.

Bila klub dapat menunjukkan si agen bekerja untuk klub, bukan pemain, tidak ada pajak yang jatuh tempo dan biaya agen diperlakukan sebagai biaya bisnis biasa. Dalam kasus seperti itu, klub mendapat keuntungan, dan otoritas pajak yang kebagian peran merugi.

Namun dalam laporan media massa Inggris, Dein teridentifikasi sebagai agen Clichy sejak tahun 2010. Selain itu, dalam dua email kepada pejabat Eropa pada 2013, Dein mengatakan ia bekerja untuk Clichy.

Hasil investigasi Publikasi Jerman Der Spiegel yang dikutip oleh Reuters pekan lalu menunjukkan bahwa banyak klub yang memang bekerjasama dengan agen pemain. Agen pemain menjadi agen ganda.

Agen biasanya mengambil potongan setidaknya 5% dari gaji pemain untuk bernegosiasi atas nama pemain. Dalam banyak kasus, klub membayar, memperlakukan jumlah ini sebagai bagian dari paket remunerasi pemain secara keseluruhan.

Inspektur pajak menantang klub terkait peran Dein dalam menegosiasikan kontrak tahun 2011 dengan Clichy.

Pada tahun 2013, otoritas pajak menulis kepada Manchester City, klub ini harus membayarkan pajak £ 1,2 juta dari fee yang dibayarkan kepada Dein pada tahun 2011.

Pada bulan November 2015, setelah pertemuan dengan klub, otoritas pajak menulis, “Seperti yang dinyatakan selama pertemuan, kami tidak menerima Darren Dein bukan bertindak untuk pemain,” bunyi surat otoritas pajak Inggris mengutip Reuters, pada Minggu (11/11).

Kemudian pada bulan yang sama melalui surat ke otoritas pajak, Kepala Keuangan Manchester City Andrew Widdowson, mengakui, klub tersebut telah membayar Dein untuk usahanya memperkuat tim pada tahun 2011. Klub juga menerima, Darren Dein adalah agen pemain dan dengan itu klub menerima sebagian dari biaya harus dibagi sebagai Dein.

Klub berjuluk The Citizens ini berusaha mencapai kesepakatan pajak yang belum dibayar tersebut.

Berdasarkan tarif pajak pada saat itu, total tagihan setidaknya sebesar £ 1 juta, jika Dein dianggap telah mewakili Clichy sendiri. Mancester City menegaskan tidak akan berkomentar tentang dokumen yang diduga telah diretas atau dicuri dari klub ini.

Manchester City menilai upaya ini bertujuan untuk merusak reputasi klub warna biru langit tersebut.

Sumber : Ortax.org

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only