Jelang KTT Asean, Pemimpin Asia Pasifik Usung Penguatan Kerja Sama

CAD RI Jebol, Ini Kritik Tajam Prabowo-Sandiaga kepada Jokowi
November 12, 2018
Rasio Pajak Rendah, Potensi Penerimaan Negara Hilang Rp750 Triliun
November 12, 2018

JAKARTA – Para pemimpin negara Asia Pasifik akan mengikuti konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean yang akan diselenggarakan di Singapura minggu ini.

Mereka akan memperbarui komitmen pada multilateralisme dan menyepakati upaya untuk menyelesaikan sejumlah konflik mulai dari krisis Rohingya hingga tensi di Laut China Selatan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan akan melewati pertemuan tersebut, ia akan digantikan oleh Wakil Presiden Mike Pence.

Absennya Trump dalam pertemuan ketika kekuatan regional seperti China, Jepang, dan India hadir menimbulkan pertanyaan soal komitmen AS dalam menahan dominasi China.

Perdana Menteri China Le Keqiang diagendakan hadir, begitu pula Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Dilansir dari Reuters, Li akan menyampaikan dukungan untuk perumusan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Kawasan.

Jika berhasil disepakati, kerja sama ini akan menjadi kesepakatan perdagangan bebas yang mencakup sepertiga PDB dunia.

Asisten Menteri Luar Negeri China Chen Xiaodong menyebutkan China akan mendorong RCEP.

“RCEP akan membawa kemajuan bagi kerja sama kawasan, ia akan menjadi penangkal unilateralisme dan proteksionisme. RCEP akan mendorong sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, dan berdasar hukum,” kata Chen.

Kesepakatan ini dibahas 10 negara Asean dan 6 negara Asia Pasifik termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan, kecuali Amerika Serikat.

Ketidakikutsertaan Amerika sejalan dengan arah perekonomian Trump. Pemerintahannya mendesak kesepakatan perdagangan bebas yang lebih adil dan berdasar pada prinsip saling menguntungkan.

Ia tercatat telah melakukan renegosiasi pada sejumlah kesepakatan dagang yang dibuat Amerika bersama sejumlah negara lain, termasuk Kerja Sama Trans-Pasifik (TPP).

Saat ini pun, Amerika tengah berada di pusaran konflik dagang dengan China yang berdampak pada pasar global.

Kendati demikian, kehadiran Li di Singapura diperkirakan bertujuan untuk membahas penyelesaian sengketa dagang dengan Amerika. Sesuai dengan komitmen Beijing yang minggu lalu yang menyatakan akan membuka pasar dan menurunkan pajak impor.

Belum bisa dipastikan apakah Li dan Pence akan melakukan diskusi di sela-sela pertemuan Singapura nanti. Jika terjadi, pertemuan keduanya bisa menjadi pembuka pembahasan AS-China sebelum Xi Jinping dan Donald Trump bertemu di KTT G20 akhir November ini di Buenos Aires, Argentina.

Sementara itu, para pemimpin Asean yang akan mengadakan pertemuan pada Selasa (13/11/2018) juga menghadapi tantangan regional sendiri. Yaitu perbedaan tajam dalam mengatasi krisis Rohingya.

Aung San Suu Kyi dijadwalkan menghadiri pertemuan. Begitu pula Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad yang sebelumnya menyatakan ketidakpercayaan pada penerima Nobel Perdamaian itu dalam mengurus isu perdamaian Rohingnya.

Di lain pihak, PBB telah melayangkan tuduhan bahwa militer Myanmar melakukan kejahatan genosida terhadap kelompok minoritas tersebut.

Negara Asean bersama China juga akan membahas kode etik terkait Laut China Selatan yang diklaim China, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Sejauh ini, belum ada perjanjian yang disepakati antara pihak-pihak yang terlibat.

 

Sumber: Bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only