Shortfall Pajak Bisa Melebar dari Target

Faisal Basri: Pembatalan cukai rokok membuat tax ratio turun jadi single digit
November 12, 2018
Butuh Langkah Konkret di Defisit Jasa
November 12, 2018

JAKARTA. Pemerintah memperkirakan realisasi pajak hingga akhir tahun hanya mencapai 95% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 1.423,99 triliun. Namun, potensi selisih kekurangan target (shortfall) pajak kemungkinan bisa lebih dari 5%. Sebab, realisasi penerimaan pajak hingga 31 Oktober 2018 hanya sekitar Rp 1.015,66 triliun atau 71,32% dari target.

Sebenarnya, kinerja pajak menjelang tutup buku dalam tren meningkat. Realisasi penerimaan pajak kali ini tumbuh 71,32% year on year (yoy) atau dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan itu naik dibandingkan bulan yang hanya naik 16,87%.

Toh begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiratkan ketidakpuasan. “Ini (realisasi penerimaan pajak) masih lebih kecil dari potensi kalau dilihat rasionya di bawah 15%,” kata Sri Mulyani di acara Pajak Bertutur di Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (9/11).

Menurut Sri Mulyani, Indonesia seharusnya memiliki tax ratio 15%. Dengan produk domestik bruto tahun ini sekitar Rp 16.700 triliun, tax ratio tersebut bisa menghasilkan penerimaan pajak lebih dari Rp 2.150 triliun.

Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak masih optimistis potensi penerimaan perpajakan bisa mencapai 95% dari target APBN 2018.” Porsi 95% dari target APBN, ya, sekitarRp 1.350 triliun,” ungkap Robert di acara yang sama.

Untuk mencapai target tersebut, Robert mengaku, pihaknya tak menggenjot penerimaan pada tiap-tiap sektor bisnis. Hingga akhir tahun, pertumbuhan penerimaan pajak akan semakin meningkat karena kegiatan ekonomi juga kian menggeliat.” Sektor perdagangan, pertambangan, dan jasa keuangan akan bagus,” ungkap Robert.

Ronny Boko, pengamat pajak Universitas Pelita Harapan (UPH) pesimistis penerimaan pajak bisa mencapai 95% dari target. Demi mencapai target tersebut, Ditjen Pajak harus mengejar penerimaan lebih dari 22% dari target atau Rp 313 triliun dalam dua bulan.

” Ditjen Pajak harus menaikkan penerimaan pajak sebesar 23,68%. Sedangkan angka realistis yang bisa dicapai tiap bulannya adalah kenaikan 8,3%. Dengan hitungan itu, optimal angka yang mungkin hanya 87,92%,” ujar Ronny.

Namun target 95% masih bisa tercapai jika pemerintah mengoptimalkan pajak ekspor. Pemerintah juga bisa menggenjot penerimaan dari sektor infrastruktur.

 

Sumber : Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only