Dongkrak Ekonomi, Presiden Jokowi Tebar Beragam Insentif Perpajakan

Pengusaha Batu Bara Ingin Insentif Pajak DHE Tak Setengah Hati
November 22, 2018
Pemerintah Perluas Tarif PPN Ekspor Jasa Nol Persen
November 22, 2018

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menebar beragam insentif perpajakan demi menarik investor. Dia juga menginstrusikan tim ekonomi untuk mengevaluasi insentif pajak secara berkala.

Dalam Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XVI, setidaknya ada dua kebijakan insentif pajak, yaitu perluasan sektor usaha yang mendapatkan libur pajak (tax holiday) dan penerapan pajak penghasilan (PPh) final untuk deposito devisa hasil ekspor (DHE) yang masuk dalam sistem keuangan dalam negeri.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 tahun 2018 tentang Tax Holiday untuk mengakomodasi sektor usaha yang mendapatkan tax holiday. Ada dua sektor usaha baru yaitu sektor agribisnis dan ekonomi digital.

“Kita terus diminta oleh Bapak Presiden untuk menyederhanakan prosesnya dan juga mengevaluasi dari sisi kebutuhan efektivitas dari tax holiday ini untuk betul-betul meningkatkan investasi,” kata Menkeu di Istana Bogor, Jawa Barat, dikutip dari laman Sekratariat Kabinet, Rabu (21/11/2018).

Menkeu menyebut, kebijakan tax holiday selama ini cukup ampuh menarik investasi. Sejak diperbaharui pada April 2018, beleid ini telah menarik investasi sebesar Rp162 triliun dari sembilan perusahaan dengan penyerapan sekitar 8.000 tenaga kerja.

Selain tax holiday, Menkeu mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi kebijakan insentif fiskal lainnya. Beberapa kebijakan itu antara lain pengurangan pajak (tax allowance), pemotongan pajak UMKM, bea masuk yang ditanggung pemerintah (BMTP), dan insentif lainnya yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, Free Trade Zone (FTZ), dan tempat penimbunan barang (TPB).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan insentif fiskal baru selain perluasan tax holiday. Untuk PPh final deposito DHE dalam bentuk valas dan rupiah akan dipangkas.

Dalam bentuk valas, pajak deposito DHE untuk 1 bulan dipangkas dari 15 persen menjadi 10 persen, untuk 3 bulan menjadi 7,5 persen, dan untuk lebih dari 6 bulan dikenakan 0 persen.

“Apabila devisa hasil ekspor diletakkan dalam deposito rupiah, maka PPh-nya menjadi hanya 7,5 persen (1 bulan), apabila 3 bulan dalam bentuk rupiah, makanya PPh-nya hanya 5 persen, dan apabila 6 bulan ke atas, mereka 0 persen,” ucapnya.

Berikut insentif pajak yang disiapkan Menkeu:

1. perluasan tax holiday

2. pengurangan PPh final deposito DHE

3. insentif pajak tidak langsung untuk hulu migas dan pengalihan Participating Interest dan Uplift

4. perluasan jasa ekspor PPN 0 persen

5. insentif pajak terkait nilai buku dalam rangka penggabungan, peleburan, dan pemekaran usaha

6. kenaikan ambang batas untuk properti yang terkena PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) untuk properti dari Rp20 miliar menjadi 30 miliar, plus penurunan PPh pasal 22 dari 5 persen menjadi 1 persen.

7. penyesuaian bea keluar minerba terkait kewajiban pembangunan smelter

8. penyesuaian PPN impor untuk angkutan terutama untuk sewa pesawat dari luar negeri.

 

Sumber : iNews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only