Menanti Kebangkitan Bisnis Properti di 2019

Beban TPIA Bisa Lebih Enteng
November 26, 2018
Ngeri, Harga Minyak Anjlok Nyaris 12% dalam Sepekan!
November 26, 2018

Pengembang meyakini bisnis properti akan bergairah seusai pilpres.

JAKARTA. Sejumlah pengembang optimistis bisnis properti mulai bangkit pada tahun depan. Kebijakan pelonggaran pajak penghasilan (PPh) serta pajak penjualan barang mewah atau PPnBM serta oleh pemerintah dan Bank Indonesia, terutama terkait pelonggaran loan to value (LTV) kredit properti, berpotensi setelah sekian lama mengalami kelesuan.

Adapun tren kenaikan suku bunga tidak mencemaskan pengembang. Mereka bilang, langkash BI mengerek suku bunga acuan ke level 6% tak masalah, karena pengembang punya cara untuk memudahkan konsumen memiliki hunian di tengah kenaikan suku bunga.

Presiden Direktur PT Sumarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto P Adhi, mengatakan indikator perbaikan pasar properti bisa dilihat dari penjualan dalam dua bulan terakhir. Penjualan harian perusahaan ini terus meningkat dan produk baru yang meluncur langsung terserap. ” Saya yakin kuartal I 2019 akan lebih baik daripada kuartal IV 2018. Apalagi setelah pilpres, pasar properti akan rebound ,” kata dia, belum lama ini.

Dengan pelonggaran LTV, uang muka untuk rumah pertama tidak diatur. Ini membuat oengembang lebih mudah membuat program yang akan membantu masyarakat mendapatkan hunian.

Di sisi lain, kenaikan  bunga, kata dia memang bisa menekan daya beli masyarakat. Namun SMRA meyakini perbankan tak akan menggerek bunga kredit signifikan karena harus memperhatikan bisnisnya. Untuk mengantisipasi penurunan daya beli, SMRA menyiapkan program yang memudahkan masyarakat mendapat hunian. “Kami selama ini ada alokasi biaya marketing. Ini yang akan dialokasikan untuk itu,” ujar Adhi.

President Director Gapura Prima Group Rudy Margono, juga meyakini bisnis properti mulai bergerak naik di tahun depan. Selain didorong pelonggaran LTV, pasar properti sudah saatnya rebound  karena dinilai lesuh terlalu lama. Dia memprediksi bisnis properti nasional tumbuh 10%-20% pada tahun depan. ” Bisnis properti sudah lesu sangat lama, sejak akhir 2013 terus menurun. Saya yakin tahun depan akan rebound dengan dukungan beberapa kebijakan properti,” ungkap Rudy.

Pertumbuhan paling tinggi, akan terjadi di segmen menengah bawah. Oleh karena itu, Gapura Prima Group berniat untuk meluncurkan dua proyek baru tahun depan yang menyasar segmen tersebut. Perusahaan ini akan merilis apartemen di Bogor Rp 180 juta per unit dan apartemen di Cengkareng Rp 200 juta per unit. Gapura Prima membidik penjualan tumbuh 20% sepanjang 2019.

Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Ivy Wong, mengatakan, berkaca dari pengalaman sebelumnya, bisnis properti selalu bertumbuh usai pilpres. PWON belum menetapkan target penjualan pemasaran di 2019 karena masih menunggu perkembangan hingga akhir tahun ini.

Tapi, Ivy bilang, target bisnis seharusnya naik dengan melihat kondisi saat ini. “PWON juga berencana meluncurkan proyek baru di proyek existing usai pilpres.” kata dia.

Sumber : Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only