Ditjen Pajak Boyong Pegawainya Serap Semangat Inovasi Banyuwangi

Industri yang Dorong Vokasi Diberi Insentif Pajak
November 29, 2018
Perang Dagang, Investor Ancang-ancang Keluar dari China
November 29, 2018

Banyuwangi – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membawa 40 pegawainya untuk mengikuti acara pembekalan di Banyuwangi. Kenapa harus jauh-jauh ke Banyuwangi?

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksamav mengatakan, kegiatan ini ditujukan khusus bagi tim manajemen perubahan (change management team) yang dibentuk oleh Kementerian Keuangan. Tim ini akan menjadi agen perubahan yang mendorong semangat perubahan dan program-progam baru ke seluruh pegawai di Indonesia.

“Tim ini akan mengawal reformasi mendasar mulai bidang SDM, organisasi, basis data dan sistem IT, bisnis, policy. Reformasi ini akan di-deliver kepada seluruh stakeholder terutama internal kami, seluruh pegawai Ditjen Pajak di Indonesia yang jumlahnya 43 ribu,” kata Hestu, Rabu (28/11/2018).

Namun ketika ditanya apa alasannya memilih Banyuwangi sebagai lokasi pelatihan, Hestu mengakui bahwa kabupaten di ujung timur Jawa itu dinilai mampu melakukan perubahan di tengah berbagai tantangan.

“Kami sengaja memilih Banyuwangi karena ingin menyerap semangat inovasi. Semangatnya kami serap, bahwa semua institusi pelayanan publik harus inovatif dalam memenuhi kebutuhan publik,” ujar Hestu yang juga bertindak sebagai ketua Change Management Team Ditjen Pajak ini.

Selain itu menurut Hestu, inovasi yang dilakukan Banyuwangi juga berkelanjutan sehingga perubahan yang dilakukan terasa nyata.

“Karena itu kegiatan ini kami selenggarakan di sini agar tim kami bisa belajar, sharing, dan merasakan suasana perubahan secara langsung,” terangnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas yang menjadi keynote speaker pada acara tersebut mengatakan, dalam memimpin daerah harus ada skala prioritas yang dikerjakan.

“Memang harus memilih, mana yang harus dikerjakan. Pasti tidak bisa menyenangkan semua orang. Kalau semua kita kerjakan, nanti jadi tak fokus, malah enggak ada hasilnya,” papar Anas.

Anas menambahkan, kebijakan juga harus memiliki nilai-nilai yang berorientasi publik (public value).

“Ketika kebijakan yang kita ambil memberikan nilai pada publik, maka masyarakat akan mendukung dan ikut mendukung setiap program perubahan yang akan kita kerjakan,” lanjutnya.

Banyuwangi juga memilih pariwisata sebagai ‘kompor’ perubahan, karena selain mampu meningkatkan perekonomian, pariwisata juga bisa jadi strategi cepat untuk mengubah budaya dan perilaku masyarakat menjadi lebih baik.

“Pariwisata juga mendorong partisipasi gotong royong warga. Banyak event Banyuwangi Festival yang digelar daerah merupakan partisipasi dari warga. Mereka tergugah untuk ikut serta dalam perubahan yang terjadi di daerah,” terangnya.

Perubahan juga dilakukan di bidang pemerintahan dan birokrasi dengan membangun teamwork dan menghilangkan ego sektoral. Sistem pemerintahan juga dibuat efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

“Pemerintah daerah ini hanya penggerak saja, namun peran masyarakat untuk bangkit dan maju bersama- sama menjadi kunci penting dalam perubahan yang terjadi di Banyuwangi,” pungkasnya.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only