Kadin: Perluasan tax holiday harus dilihat dari konteks memperkuat neraca pembayaran

Aturan Libur Bayar Pajak untuk Industri Terbit
November 30, 2018
Pabrikan AS: Bea Impor Trump Kerek Harga Barang
November 30, 2018

JAKARTA. Pemerintah sudah mengeluarkan aturan baru tentang fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150/PMK.010/2018.

Dengan adanya peraturan baru ini, pemerintah memperluas sektor yang berhak mendapatkan fasilitas tax holiday, menyederhanakan proses pengajuan fasilitas tax holiday, dan memperkenalkan skema pengaturan mini tax holiday.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik Raden Pardede mengatakan, adanya perluasan tax holiday ini harus dilihat dari konteks memperkuat neraca pembayaran atau untuk menjawab defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang semakin melebar.

Tax holiday ini kan utamanya diberikan untuk menarik investasi terutama foreign direct investment (FDI), ini juga kerangka menjawab pembiayaan CAD. Harus dilihat dari konteks itu,” ujar Raden kepada Kontan.co.id, Kamis (29/11).

Menurut Raden, dengan adanya perluasan industri pionir dan proses pengajuan pengurangan pajak penghasilan badan yang semakin mudah, maka akan tumbuh industri-industri uang bisa mengurangi impor barang modal.

Menurut Raden, pelaku usaha pasti senang bila berbagai sektor mendapatkan tax holiday. Namun, dia pun berharap implementasi di lapangan semakin baik. Dia berharap sosialisasi dengan pelaku usaha juga petugas pajak benar-benar dilakukan, sehingga tidak terjadi misinterpretasi.

Raden pun memandang positif adanya perluasan industri pionir ini. Dia berharap, industri pionir yang termasuk dalam PMK no 150/2018 tersebut sudah didiskusikan dengan pelau usaha dan merupakan industri-industri yang berorientasi ekspor dan bisa mengurangi impor.

“Kalau konsepnya memberikan tax holiday kepada industri pionir menurut saya sudah benar. Tetapi jangan sampai aturan atau sektornya terlalu kaku. Kan terjadi perubahan dari waktu ke waktu sehingga harus ada kemungkinan perubahan. Saya lihat (tax holiday) masih positif, tapi kita akan lihat lagi respons dari masyarakat ke depan,” jelas Raden.

Sumber : Kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only