Relaksasi Diskon Pajak Bagi Emiten

AS-China gencatan, Sri Mulyani: Risiko ketidakpastian tetap ada
December 4, 2018
IHSG Melambung 20,03 Poin, Bursa Saham Asia Terombang-ambing
December 4, 2018

JAKARTA. Pasca menebar insentif pajak untuk sektor properti, pemerintah akan bakal memberikan instif pajak lainnya. Kali ini untuk perusahaan-perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ini seiring dengan target pemeritah agar lebih banyak perusahaan masuk bursa. Jika saat ini, jumlah emiten baru 600 emiten. “Kami ingin ke depan ada 1.000 perusahaan,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pemerintah bakal merelaksasi ketentuan diskon tarif pajak penghasilan (PPh) untuk emiten. “Kami terbuka untuk merevisi kebijakan perpajakan, apa sesuai diperlukan, sesuai tantangan sekarang ini,” kata Sri Mulyani, Senin (3/11).

Insentif pajak bagi emiten diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2007 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka. Isinya: emiten yang melepas sahamnya ke publik minimal 40% berhak memperoleh insentif penurunan tarif PPh sebesar 5% dari tarif tertinggi PPh wajib pajak badan dalam negeri.

Namun, porsi saham publik itu harus terdistribusi setidaknya 300 pemegang saham berbeda, dengan kepemilikan masing-masing kurang dari 5% dari keluruhan saham yang dilepas ke publik. Menkeu menyebut, revisi aturan pajak dilakukan tak hanya agar perusahaan mau melepas sahamnya ke publik, targetnya juga bisa mendorong emiten memperbesar porsi saham yang dilepas ke publik.

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyebut,.AEI ingin pemerintah memberikan insentif pajak ke emiten yang kepemilikan saham publiknya mencapai 35% dan berlaku bagi semua emiten.”Ini sesuai usulan AEI, semua perusahaan terbuka bisa mendapatfasilitas ini karena sudah transparan dalam pelaporan,”

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only