Kredit Espor Impor Masih Mini

Mulai Februari, Target Implementasi Kebijakan B20 Bisa 95% – 96% dari Target
January 18, 2019
Inilah Sikap Pembisnis Atas Aturan Pajak E-Commerce
January 18, 2019

JAKARTA. Penyaluran kredit eskpor dan impor sejumlah perbankan tahun 2018 masih tumbuh. Bank Central Asia (BCA) misalnya membukukan penyaluran kredit impor sebesar Rp 6,1 triliun sepanjang 2018 atau tumbuh 70% secara year on year (yoy). Sedangkan kredit ekspor di tahun 2018 tercatat Rp 1,9 triliun atau tumbuh 46% yoy.

Sekretaris perusahaan BCA Jan Hendra mengungkapkan, pertumbuhan tersebut terutama didukung sektor bahan bangunan, besi konstruksi dan tekstil. Meski begitu eksposur kredit ekspor dan impor terhadap total kredit di BCA masih kecil. Sebagian besar nasabah ekspor dan impor BCA lebih memilih menggunakan fasilitas kredit modal kerja dibandingkan khusus perdagangan antara negara karena faktor fleksibilitas.

Adapun penyaluran kredit ekspor dan impor Bank OCBC NISP pada tahun2018 tumbuh di atas 10% per November 2018. Parwati Surjaudaja, Direktur Utama OCBC NISP mengatakan, pertumbuhan tersebut lebih disokong dari kredit impor. Sektor yang paling banyak menggunakan fasilitas kredit ekspor dan impor dari sektor kimia dan plastik, serta logam.

Tahun ini OCBC NISP menargetkan pertumbuhan kredit ekspor impor juga bisa diatas 10%, meski porsi kredit ini masih belum terlalu besar. “ Porsi kredit ekspor dan impor masih di bawah 10% dari total penyaluran kredit,” ujar Parwati, Rabu (16/1).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, neracaperdagangan Indonesia pada Desember 2018 tercatat defisit sekitar US$ 1,1miliar. Sehingga total defisit neraca perdagangan sepanjang tahun 2018 tercatatsebesar US$ 8,57 miliar.

Sumber : Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only