Neraca Dagang Tekor, Menkeu Sebut Penurunan Impor Mulai Terlihat

Menkeu Klaim Biosolar B20 dan PPh Impor Berhasil Tekan Impor
January 18, 2019
Tekan Impor, Pertamina Memompa Anak Usaha
January 18, 2019

Defisit neraca perdagangan yang terjadi sepanjang tahun lalu disebabkan melejitnya impor hingga 20,15 persen dibandingkan 2017. Namun, pemerintah mengklaim impor perlahan mulai turun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kebijakan pengendalian impor yang dikeluarkan pada akhir kuartal III-2018 sudah mulai terlihat. Salah satunya kebijakan kenaikan pajak impor untuk 1.147 barang.

“Dari data yang kita lihat, rata-rata impor harian untuk 1.147 (barang) ini, untuk bahan jadi menurun 12,9 persen. Barang mewah turun 15,4 persen,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Namun, dia tidak menampik kebijakan tersebut belum mampu menekan impor secara keseluruhan. Pasalnya, defisit neraca perdagangan sepanjang kuartal IV-2018 menembus 4,86 miliar dolar AS.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20) menunjukkan adanya penurunan impor migas. Apalagi, PT Pertamina (Persero) diwajibkan untuk membeli minyak bagian dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Jadi impor minyak mungkin kita perlu lihat dari Pertamina, implementasi dari b20, sehingga dia bisa menekan dari sisi kebutuhan impor minyak itu, kalo sudah menggunakan bio diesel, karena importir yg lain, dari lima pemain, empat itu mereka menurun,” kata dia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adinegara sebelumnya menyebut, kebijakan pengendalian impor yang dilakukan pemerintah tidak efektif. Pasalnya, defisit perdagangan secara kuartalan meningkat.

Pada kuartal IV-2018, defisit neraca perdagangan mencapai 4,87 miliar dolar AS. Padahal, defisit pada kuartal III-2018 masih 2,64 miliar dolar AS.

“Artinya kinerja perdagangan bukan semakin membaik tapi semakin memburuk,” ujar Bhima.

Sumber : iNews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only