Realisasi Penerimaan Pajak Sektor Properti Capai Rp. 83,51 Triliun Sepanjang 2018

Ditjen Pajak Semakin Leluasa Intip Laporan Keuangan Emiten
January 25, 2019
Ragam Jurus Dirjen Pajak Kejar Penerimaan Rp 1.578 T Tahun Ini
January 25, 2019

JAKARTA – Kementerian Keuangan mencatat realisasi dari sektor konstruksi dan perumahan sebesar Rp83,51 triliun hingga akhir Desember 2018. Angka ini tumbuh 6,62 persen dibandingkan realisasi penerimaaan pajak di tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Primer Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Asep Nurwanda mengungkapkan, realisasi penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan perumahan memang tumbuh positif.

Namun, pertumbuhannya melambat dari 7,06 persen year on year (yoy) di 2017 menjadi 6,62 persen di 2018 yoy.

“Konstruksi dan real estate tumbuh positif, tapi bila dibandingkan sektor lain pertumbuhannya lebih rendah,” kata Asep dalam acara Outlook Property 2019 ‘Proyeksi Arah Properti 2019: Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019’ di JS Luwangsa, Jakarta, Kamis (24/12/2019).

Menurut Asep, pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor properti memang melesu sejak 2016 bila dibandingkan dengan sektor lainnya. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh penurunan harga komoditas.

“Di 2-3 tahun terakhir kalau lihah kita belum coba korelasi langsung, tp daya belinya memang agak slowing down tumbuh tapi melandai dibanding sektor lainnya,” kata dia.

“Kita negara yang komoditas cukup penharih, ketika turun jadi ada pengaruh cukup besar terhadap permintaan, di daerah-daerah dampak multiplier ini bisa hingga ke sektor lainnya. Mungkin sektor properti butuh waktu (untuk tumbuh stabil) lagi,” tambahnya.

Sebagai informasi, penerimaan pajak tahun 2018 dari industri pengolahan mencapai Rp 383,60 triliun (30 persen), perdagangan Rp 234,46 triliun (19,3 persen), serta jasa keuangan dan asuransi Rp 162,15 triliun (13,4 persen). Penerimaan pajak dari sektor properti dan infrastruktur hanya unggu dari dua sektor yaitu pertambangan sebesar Rp 80,55 triliun (6,6 persen) dan pertanian Rp 20,69 triliun (1,7 persen).

Sumber : Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only