Banyak Wajib Pajak yang Kucing-Kucingan Jadi Kendala BPPKAD Brebes Kejar Target PAD

Defisit Neraca Dagang Diperkirakan Berlanjut
February 15, 2019
Laba Sebelum Pajak Tahun 2018 Maybank Indonesia Melonjak 20,5% Mencapai Rekor Rp 3 Triliun
February 15, 2019

A woman holds Indonesian rupiah notes at money changer in Jakarta, March 23, 2015. Indonesia's finance minister said on Monday he will work with the central bank to strengthen the rupiah, which hit a near 17-year low against the dollar last week. REUTERS/Beawiharta

BREBES – Upaya Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Brebes dalam mengejar target penerimaan pajak daerah pada 2019 ini sepertinya tidak akan mudah.

Kepala BPPKAD Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, hingga saat ini masih banyak wajib pajak yang mencoba menghindari kewajibannya membayar pajak. Hal itu didasarkan banyak ditemukannya wajib pajak yang masih kucing-kucingan saat ditarik pajak oleh petugas.

Padahal, BPPKAD Brebes ditarget mampu menyetor pendapatan asli daerah (PAD) dari 11 jenis pajak pada 2019 ini hingga Rp 100,36 miliar. Target tersebut meningkat dibanding 2018 lalu yang ditarget Rp 88 miliar.

“Kendalanya ya nagih tidak ketemu wajib pajak karena kucing-kucingan, terutama wajib pajak kecil-kecil seperti restoran dan warung-warung,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (14/2/2019).

Selain wajib pajak yang kucing-kucingan dengan petugas, wilayah selatan Kabupaten Brebes yang merupakan daerah pegunungan juga menjadi kendala tersediri. Kondisi tersebut membuat petugas penarik pajak butuh waktu lama dalam perjalanannya.

Serta tidak berjalannya self assesment yaitu kewajiban rutin wajib pajak melaporkan transaksi yang dilakukan setiap bulannya.

“Hingga saat ini banyak wajib pajak yang baru melaporkan transaksinya jika ditagih saja oleh petugas,” ungkapnya.

Kendati demikian, BPPKAD Brebes tetap berupaya memaksimalkan potensi yang ada untuk mengejar penerimaan pajak pada 2019 ini. Dari pengalaman 2018 lalu, telah tercapai Rp 95 miliar dari target Rp 88 miliar.

“Karena penerimaan kami di atas target, pada 2019 ini dinaikan menjadi Rp 100,36 miliar. Karena itu kami berupaya mengejar agar bisa mencapai target itu,” kata Djoko.

11 jenis pajak yang dikelola BPPKAD yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), BPHTB, hotel, restoran, tempat hiburan, parkir, air tanah, reklame, sarang burung walet, penerangan jalan umum, dan mineral bukan logam.

Sumber : Tribunjateng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only