Sri Mulyani: Orang Terkaya Bukan Pengusaha Berlian, Tapi. . .

Mulai Besok Kantong Plastik Akan Berbayar di Ritel Modern, Segini Tarifnya
March 1, 2019
Awal Tahun Pemerintah Genjot Penerbitan Surat Utang Karena Ini
March 1, 2019

Fenomena pergeseran model bisnis yang lebih berpusat pada pelanggan (customer centris) muncul pada era revolusi industri 4.0.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dengan pergeseran model bisnis tersebut, keberadaan data menjadi sangat penting untuk membaca perilaku pelanggan karena hampir semua transaksi tercatat secara elektronik.

“Sekarang ini, data menjadi sangat penting, karena ini yang dulu kita ingin tahu siapa yang kita layani biasanya perlu menggunakan survei. Kalau semua transaksi bisa gunakan elektronik, semua transaksi digital pilihan itu tercapture oleh teknologi,” ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan di acara Peluncuran Data Sampel BPJK Kesehatan di Jakarta, Senin (25/2).

“Sehingga data realtime tahu persis berapa jumlah penjualan pajak hari Minggu. Saya bisa tahu dia beli martabak manis atau asin, saya tahu persis orang sekarang beli baju tren seperti apa, you don’t have to survey,” ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, investasi data di masa kini sama seperti investasi di tambang.

Pada era reformasi industri 4.0, pelaku bisnis akan dianggap kaya ketika memiliki sumber data yang besar.

Menurut Ani, perusahaan-perusahaan unicorn dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, atau pun Traveloka menjadi sumber tambang yang memiliki nilai sangat tinggi.

“Kalau dulu tambang itu emas, batu bara, atau tambang berlian, namun sekarang orang bicara manusia terkaya itu not natural resoruces, tapi mengenai data dan teknologi,” ujar Ani.

Pembicaraan mengenai Unicorn yang muncul pada debat kedua capres pada Minggu (17/2) silam, masih menyisakan kesan bagi para pengusaha.

Bahkan para pengusaha tertawa geli saat mendengar sebutan bagi perusahaan rintisan (Start-up) yang bernilai 1 miliar dolar AS itu.

Hal itu terjadi saat Menteri Keuangan Sri Mulyani pidato di depan ratusan pengusaha yang dikumpulkan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, pekan lalu.

Awalnya Sri Mulyani sedang membicarakan peranan dunia usaha menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakan ekonomi nasional.

“Saya tahu Indonesia tergantung kepada Anda semua, yang membuat lapangan pekerjaan itu anda, tidak diambil alih oleh pemerintah,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu lantas mengatakan, peranan itu tak memandang apakah itu perusahaan konvensional atau non-konvensional.

“Yang punya ide untuk membuat dunia yang baru, entah itu digital atau non-digital, unicorn atau non-unicorn,…” kata dia.

Namun suasana menjadi riuh.

Para pengusaha tertawa setelah mendengar kata unicorn yang diucapkan Sri Mulyani.

Ani pun menghentikan pidatonya beberapa detik. Ia terlihat bingung. Ia pun menanyakan kenapa para pengusaha tertawa.

“Loh kok ketawa? Kayanya baru menonton sesuatu nih,” kata Sri Mulyani yang justru membuat suasana kian riuh dengan tawa para pengusaha tertawa.

Topik bahasan Unicorn memang menjadi primadona di debat capres kedua pada Minggu (17/2). Bahkan para netizen ramai membahas Unicorn pasca-debat rampung.

Unicorn ramai jadi perbincangan setelah Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan khawatir perkembangan unicorn justru mempercepat larinya dana asal Indonesia ke luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan setelah Capres nomor urut 01 Joko Widodo menanyakan strategi Prabowo membangun infrastruktur untuk mendorong unicorn asal Indonesia.

Ia mengatakan, pada 2045 populasi penduduk Indonesia mencapai 309 juta. Pada saat itu, lebih dari 75 persen penduduk akan tinggal di kota. Sebanyak 52 persen adalah penduduk usia produktif.

“Artinya piramida penduduk sudah seimbang antara usia produktif dan non produktif. Apabila ekonomi terjaga, income per kapita mencapai 29.300. Itu sudah masuk negara high income country meskipun masih tahap awal,” ujar Sri Mulyani.

Ia mengatakan, pada saat itu sekitar 73 persen penduduk Indonesia akan bekerja di sektor jasa.

Pada kesempatan lain, Sri Mulyani memaparkan proyeksi Indonesia 2045 atau satu abad kemerdekaan di hadapan ribuan mahasiswa di kampus Universitas Bengkulu, Jumat (22/2).

Sumber : Tribunjakarta.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only