Rencana Pabrik Benneli di Indonesia Terganjal PPnBM

Pemerintah Dinilai Belum Mampu Perbaiki Kinerja Pajak
April 16, 2019
Tarif Pajak, Wapres Kalla : Pemerintah Komitmen Bantu Dunia Usaha
April 16, 2019

JAKARTA. Pada akhir tahun lalu, brand otomotif roda dua Benelli Q.J melaluipemegang sahamnya Geely Company berencana menanamkan investasiterbarunya di Indonesia dengan pembangunan pabrik perakitan utuh atau CBU(completely built up).

Hanya saja, rencana itu masih tertahan sampai sekarang, karena alasan aturanperpajakan berkenaan dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Karena asal tahu saja, tipe motor Benelli masuk ke dalam model motor gede (moge) dengan spesifikasi motor diatas 250 cc. Sementara motor dengan spesifikasi dengan mesin itu masuk ke produk yang kena PPnBM.

Steven Kentjana Putra, Direktur PT Benelli Motor Indonesia (BMI) menjelaskan, pada oktober tahun 2018, pihak prinsipal sempat tertarik untuk bangun pabrik di Indonesia. Alasannya, Indonesia merupakan pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia dibawah China dan India. “Dulu mereka mau lihat kondisi keamanan politik dulu. Tapi bulan ini, mereka menjelaskan ada masalah baru,”kata Steven,Kamis (11/4).

Salah satu masalah di Indonesia yakni masalah perpajakan. Hal itu diketahui,setelah BMI melakukan feasibilty study (FS) di Indonesia. Sama halnya denganyang telah dilakukan perusahaan itu di Thailand, Filipina, dan Malaysia. Disana, Masih ditemukan peluang dan masalah.

Steven menyebutkan, di Indonesia, sepeda motor 250 cc tidak terkena PPnBM,sementara motor di atas 250 cc konsumen harus membayar PPnBM. “PadahalDNA kami merupakan kendaraan motor gede. Di negara Asia Tenggara lain, tidakada aturan PPnBM ini, “jelasnya kepada KONTAN, kemarin.

Ditambah lagi, Indonesia menerapkan sistem pajak impor. Hal ini, kata Steven,menjadikan perusahaan kian sulit menanamkan investasi terbarunya. Soalnya,saat ini beberapa komponen sepeda motor Benelli ada yang diimpor dari Chinadan juga Italia. “Kita mau meluncurkan nanti di IIMS 2019 model Leoncino 500 yang di Malaysia harganya mungkin sekitar Rp 97 juta. Tapi di Indonesia, karena PPnBM harganya bisa jadi Rp 150 juta, “katanya.

Meski pihak prinsipal belum ketuk palu untuk membenamkan investasinya, Steven berharap ada investasi masuk untuk mengembangkan Benelli di Indonesia. Nah, untuk estimasi awal, investasi pabrik CBU itu sebsar US$ 50 juta.Sumber dana berasal dari pemegang saham, Geely Company.

Catatan saja, saat ini Benelli sudah memiliki pabrik perakitan atau completelyknock down (CKD) yang berada di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Adapun saatini, Benelli juga sudah memiliki jaringan diler yang tersebar di seluruh Indonesia,baik di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali,Sumatra, dan Papua.Eldo Christoffel Rafael.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only