Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) tercatat menyusut pada 2025. Namun, perbaikan itu lebih terlihat sebagai hasil lonjakan sementara penerimaan bea masuk ketimbang cerminan membaiknya fundamental fiskal negeri Paman Sam.
Data Departemen Keuangan AS menunjukkan, defisit anggaran pada tahun kalender 2025 turun menjadi US$ 1,67 triliun, terendah dalam tiga tahun terakhir. Salah satu penopangnya adalah penerimaan bea masuk yang melonjak ke rekor baru, seiring agresivitas Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor.
Sepanjang 2025, penerimaan dari tarif impor mencapai Us$ 264 miliar, melesat sekitar US$ 185 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sumber penerimaan ini tidak sepenuhnya solid. Pada Desember lalu saja, setoran bea masuk melambat ke us$ 28 miliar, terendah sejak Juli, menandakan kontribusinya mulai kehilangan tenaga.
Di sisi lain, tekanan terhaterlihat dari kebijakan pajak dap kas negara justru mulai Trump sendiri. Penerimaan
Rasio defisit terhadap PDB tahun fiskal 2025 turun menjadi sebesar 5,9%.
pajak korporasi pada Desember anjlok 28% secara tahunan menjadi hanya Us$ 65 miliar. Dalam waktu dekat, tekanan akan bertambah dengan mulai mengalirnya gelombang pengembalian pajak individu.
Secara bulanan, defisit Desember tercatat Us$ 145 miliar. Sementara itu, dalam tiga bulan pertama tahun fiskal 2026 yang dimulai Oktober
lalu, defisit tembus Us$ 602 miliar. Angka ini memberi sinyal bahwa tekanan fiskal belum benar-benar mereda.
Pemerintah AS mencoba menampilkan penyempitan defisit sebagai bukti keberhasilan kebijakan ekonomi Trump. Dalam laporan Bloomberg, Rabu (14/1), Menteri Keuangan Scott Bessent bahkan menyebut rasio defisit terhadap PDB pada tahun fiskal 2025 turun menjadi 5,9% dari 6,3% tahun sebelumnya.
Namun, klaim itu tidak sepenuhnya meyakinkan. Jika distorsi itu disesuaikan, JPMorgan Chase & Co memperkirakan defisit tahun fiskal 2025 sebenarnya masih di atas Us$ 1,9 triliun, atau tetap melampaui 6% dari PDB.
Sumber : Harian Kontan

WA only
Leave a Reply