JAKARTA, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian Indonesia tetap dalam kondisi baik sejalan dengan kinerja penerimaan pajak konsumsi seperti PPN dan PPnBM yang masih mampu tumbuh tinggi.
Penerimaan PPN dan PPnBM hingga 28 Februari 2026 terealisasi Rp85,9 triliun atau tumbuh 97,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut Purbaya, lonjakan penerimaan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi dan transaksi yang bertumbuh.
“Kalau Anda lihat angka pertumbuhan PPN sama PPnBM itu 97% dibanding 2 bulan pertama tahun lalu. Jadi ekonominya betul-betul mutar, jadi saya harapkan itu ke depan membaik terus,” ujarnya, dikutip pada Rabu (18/3/2026).
Purbaya juga menyampaikan penerimaan pajak secara keseluruhan pada Januari dan Februari 2026 mampu tumbuh tinggi sekitar 30%. Pertumbuhan setoran pajak itu menandakan kegiatan ekonomi yang meningkat, sejalan dengan aktivitas domestik menjelang Idulfitri.
Berkaca pada hal tersebut, dia menilai kondisi perekonomian masih kuat dan stabil, serta tidak mengarah pada krisis. Menurutnya, pemerintah akan menjaga defisit APBN agar terkendali di bawah 3% dari PDB.
“Kita enggak krisis, ekonomi kita masih bagus, masih pada belanja. Cuman, kita mesti siapkan langkah yang betul-betul matang supaya ketika diperlukan, kita bisa eksekusi dengan cepat. Jadi, sekarang enggak krisis, belum,” klaim Purbaya.
Purbaya juga mengaku siap untuk menyusun kebijakan fiskal guna menghadapi gejolak perekonomian karena adanya kenaikan harga minyak mentah akibat perang di Timur Tengah. Oleh karena itu, dia meminta publik tidak perlu khawatir.
“Fondasi ekonomi kita bagus, kita sudah pernah mengalami harga minyak tinggi berkali-kali. Jadi knowledge-nya tidak hilang, masih ada di kepala, jadi harusnya kita akan survive,” katanya.
Sumber : ddtc.co.id

WA only
Leave a Reply