Insentif Otomotif Diusulkan Diperluas

JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan pemerintah memperluas pemberian insentif bagi seluruh jenis kendaraan, mulai dari internal combustion engine (ICE), hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV). Langkah tersebut dinilai perlu untuk menjaga pertumbuhan industri otomotif nasional.

Usulan itu muncul saat program insentif kendaraan listrik, baik motor maupun mobil, ditunda hingga Agustus 2026. Pemerintah masih mematangkan regulasi dan skema fiskal program tersebut.

Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik berupa subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit serta diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Besaran diskon PPN DTP untuk mobil listrik bervariasi antara 40%-100%, bergantung pada jenis baterai yang digunakan.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perindustrian. Menurut dia, seluruh segmen kendaraan perlu memperoleh dukungan agar pasar otomotif tetap tumbuh dan iklim investasi terjaga.

“Beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok juga mengharapkan dukungan yang sama dari pemerintah untuk menjalankan rencana investasi jangka panjang di Indonesia,” kata dia, Senin (29/6).

Gaikindo menilai berbagai kebijakan pemerintah selama ini, seperti insentif PPN DTP, fasilitas user specific duty-free scheme (USDFS), serta program low carbon emission vehicle (LCEV), telah membantu menjaga daya saing industri otomotif.

Di sisi lain, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan industri otomotif dan komponen nasional masih memiliki daya tahan yang kuat saat penjualan kendaraan melambat dan tantangan global lain. “Besarnya pasar domestik serta kinerja ekspor masih menjadi penopang utama industri,” kata dia.

Pelaku industri komponen kendaraan bermesin ICE masih menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah. Pasalnya, berbagai insentif saat ini lebih banyak diarahkan ke kendaraan listrik, sementara rantai pasok komponen kendaraan listrik masih didominasi oleh negara lain.

Sumber : Harian Kontan Selasa 30 Juni 2026 Hal 12


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only