NEWS
-

Efisiensi Anggaran dan WFH Pasca-Lebaran Berisiko Tekan Penerimaan Pajak Kuartal II
JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berkeyakinan tax ratio bisa segera naik dari sekitar 9% dari PDB pada 2025 menjadi sebesar 13% dari PDB. Prabowo mengatakan tax ratio bisa mencapai 13% dari PDB bila penerimaan pajak secara konsisten bertumbuh sebesar 30% pada 2026. “Jadi kalau kita bisa naik tax kita 30% tiap bulan dalam 2026, wah itu […]
-

Prabowo Yakin Tax Ratio RI Bisa Capai 13% PDB
JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto berkeyakinan tax ratio bisa segera naik dari sekitar 9% dari PDB pada 2025 menjadi sebesar 13% dari PDB. Prabowo mengatakan tax ratio bisa mencapai 13% dari PDB bila penerimaan pajak secara konsisten bertumbuh sebesar 30% pada 2026. “Jadi kalau kita bisa naik tax kita 30% tiap bulan dalam 2026, wah itu […]
-

Prabowo Akui Penerimaan Negara Mulai Meningkat Usai Bersihkan Internal Pajak
JAKARTA. Pemerintah tengah berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan dengan menyasar berbagai praktik yang selama ini dinilai merugiakan negara. Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam salah satu pernyataannya. Ia menyoroti kebiasaan penyimpangan seperti penyelundupan, manipulasi nilai transaksi, hingga praktik penipuan yang menurutnya harus ditangani secara sistematis. Dalam sebuah forum diskusi bertajuk Presiden Prabowo Menjawab, Prabowo menyampaikan bahwa […]
-

Efisiensi Anggaran Pasca Lebaran Berpotensi Mengancam Pertumbuhan Pajak Kuartal II
JAKARTA. Momentum Ramadan dan Idulfitri yang biasanya menjadi andalan penerimaan pajak kuartal kedua dinilai terancam oleh kebijakan efisiensi anggaran kementerian/lembaga (K/L) dan penerapan work from home (WFH) massal pasca-Lebaran. Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal (IEF) Research Institute Ariawan Rachmat menilai dua kebijakan tersebut justru mengirimkan sinyal kontraksi yang bertolak belakang dengan sifat ekspansif konsumsi rumah tangga […]
-

Efisiensi Anggaran Pasca Lebaran Berpotensi Mengancam Pertumbuhan Pajak Kuartal II
JAKARTA. Momentum Ramadan dan Idulfitri yang biasanya menjadi andalan penerimaan pajak kuartal kedua dinilai terancam oleh kebijakan efisiensi anggaran kementerian/lembaga (K/L) dan penerapan work from home (WFH) massal pasca-Lebaran. Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal (IEF) Research Institute Ariawan Rachmat menilai dua kebijakan tersebut justru mengirimkan sinyal kontraksi yang bertolak belakang dengan sifat ekspansif konsumsi rumah tangga […]
WA only