NEWS
-

Bisnis Online hingga Penghasilan Sampingan Jadi Target Ekstensifikasi Pajak
JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperluas strategi penggalian potensi penerimaan melalui ekstensifikasi wajib pajak, termasuk menyasar aktivitas ekonomi tambahan seperti bisnis online hingga penghasilan sampingan yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT). Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan otoritas pajak menemukan cukup banyak wajib pajak yang sebenarnya memiliki aktivitas ekonomi, tetapi belum […]
-

Setoran Pajak Awal 2026 Tumbuh Tinggi, Purbaya Beberkan Penyebabnya
JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai penerimaan pajak nasional yang tumbuh tinggi pada awal tahun 2026, yakni sebesar 30,8% pada Januari dan mencapai 30,4% pada Februari. Purbaya menerangkan ada beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan penerimaan pajak, seperti kondisi ekonomi nasional lebih baik dan stabil ketimbang 2025. Selain itu, dia menilai karena adanya […]
-

Cadangan Devisa Turun US$2,7 Miliar, Pajak Turut Jadi Faktor Penyebab
JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia tercatat turun dari US$154,6 miliar pada Januari 2026 menjadi senilai US$151,9 miliar pada Februari 2026. Perkembangan dimaksud dipengaruhi beberapa faktor, yakni penerimaan pajak, penarikan dan pembayaran pinjaman luar negeri pemerintah, hingga stabilitasi nilai tukar. “Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah merupakan respons Bank Indonesia (BI) dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang […]
-

DJP Sisir 6 Juta Wajib Pajak Non-Efektif yang Masih Punya Aktivitas Ekonomi
JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menemukan sekitar 6 juta wajib pajak berstatus non-efektif yang masih terindikasi memiliki aktivitas ekonomi. Data tersebut kini sedang disisir dan dibersihkan untuk memastikan potensi pajak yang masih bisa digali dari kelompok wajib pajak tersebut. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto mengatakan temuan tersebut menjadi bagian dari strategi ekstensifikasi […]
-

Rupiah Mendekati Level Rp 17.000, Investor Cermati Risiko Fiskal
JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah di akhir pekan lalu, hampir mendekati level Rp 17.000 per dolar AS. Melansir data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,12% ke level Rp 16.925 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026). Sejalan dengan itu, rupiah JISDOR Bank Indonesia (BI) melemah Rp 33 atau 0,20% […]
WA only