Author: Admin 18
-

Kemenkeu Kantongi Bea dan Cukai Rp 134,2 Triliun di Semester I-2024, Turun 0,9%
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, setoran penerimaan dari Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp 134,2 triliun di semester I-2024. Realisasi penerimaan tersebut turun 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 135,4 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa turunnya penerimaan kepabeanan dan cukai disebabkan oleh penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) dan bea masuk. “Penerimaan dari […]
-

Sebanyak 165.917 Orang di NTB Belum Padankan NIK Jadi NPWP
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara mencatat ada 843.442 wajib pajak (WP) dari target 1.009.359 sudah memadankan NIK dan NPWP per 5 Juli 2024. Artinya, masih ada sisa 165.917 orang di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang belum tervalidasi. “Sebesar 83,85 persen wajib pajak orang pribadi penduduk telah melakukan pemadanan NIK-NPWP,” kata Kepala Kantor Wilayah DJP […]
-

Berlanjut, Penetapan Tarif Cukai Rokok Langsung untuk Beberapa Tahun
Pemerintah akan kembali menerapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok langsung untuk beberapa tahun (multiyears). Topik tersebut menjadi salah satu bahasan media nasional pada hari ini, Selasa (9/7/2024). Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto mengatakan kebijakan tarif CHT secara multiyear yang diterapkan untuk 2 tahun sekaligus (2023 dan 2024) […]
-

E-Bupot 21/26, DJP: Kalau Sudah Pemadanan, Sebaiknya Pakai NPWP Ini
Wajib pajak yang sudah melakukan pemadanan data diminta untuk menggunakan NPWP 16 digit saat menggunakan e-bupot 21/26. Contact center Ditjen Pajak (DJP) Kring Pajak mengatakan sesuai dengan PER-6/PJ/2024, penerbitan bukti potong dan pelaporan SPT Masa PPh 21/26 (e-bupot 21/26) sudah dapat dimanfaatkan dengan NIK sebagai NPWP, NPWP 16 digit, dan NITKU sejak 1 Juli 2024. […]
-

Semester I/2024, Setoran Pajak dari Sektor Tambang Turun 58,4 Persen
Pemerintah mencatat kinerja penerimaan pajak dari beberapa sektor mengalami kontraksi pada semester I/2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kontraksi terdalam terjadi pada sektor pertambangan, yaitu mencapai 58,4%. Kontraksi ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga komoditas. “Kita tetap harus waspada karena harga komoditas berdampak signifikan terhadap profitabilitas badan sehingga terlihat pada setoran pajaknya yang terkontraksi […]
WA only