Author: admin04
-

Ada Surplus, BI Bakal Sumbang Penerimaan Pajak Rp2,28 Triliun
Bank Indonesia (BI) mengeklaim turut berkontribusi terhadap penerimaan pajak pada APBN 2025. Pada tahun ini, pembayaran pajak oleh BI kepada pemerintah diproyeksikan mencapai Rp2,95 triliun. Adapun total pajak yang sudah dibayarkan pada Januari hingga September 2025 senilai Rp1,56 triliun. “Kami BI menjadi salah satu pembayar pajak,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat bersama Komisi […]
-

Pajak Bumi dan Bangunan jadi Penyumbang Terbesar PAD Kota Palembang
PALEMBANG. Pajak bumi dan bangunan (PBB) dilaporkan menjadi sumber penerimaan terbesar dalam capaian pendapatan asli daerah atau PAD Kota Palembang. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang Marhaen mengatakan bahwa PBB menjadi penyumbang utama dengan capaian per 11 November 2025 senilai Rp246 miliar atau 74,57% dari target. Apabila dilihat dari capaian keseluruhan pajak daerah Kota […]
-

Rasio Pungutan PPN Indonesia Turun ke 45,2% pada Kuartal III 2025
Kemampuan otoritas pajak dalam memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atau pajak konsumsi terus melemah dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan hitungan KONTAN, hingga kuartal III-2023, rasio daya serap pajak atas konsumsi atau VAT Gross Collection tercatat hanya 45,2%, menjadi yang terendah sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020. Secara historis, VAT Gross Collection sempat melonjak pada kuartal […]
-

Riuh Rendah Wacana Single Profile, Bakal Efektif Tutup Celah Kepatuhan Pajak?
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah berencana untuk mengintegrasikan data wajib pajak, wajib bayar serta pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan format single profile. Langkah ini dinilai cukup efektif untuk menutup gap compliance atau celah kepatuhan yang pada akhirnya akan berdampak positif ke penerimaan negara. Sekadar catatan, kepatuhan formal wajib pajak masih sangat rendah. Pemerintah mencatat sebanyak 15,08 […]
-

Sistem Pajak RI Dinilai Rapuh, Ini Penyebabnya
Indonesia Tax Care (INTAC) menilai sistem perpajakan Indonesia tidak mempunyai arah yang jelas. Bahkan Direktur Eksekutif INTAC Basuki Widodo menyebut sistem pajak Indonesia rapuh. Menurut Basuki, ada dua faktor yang menyebabkan sistem perpajakan Indonesia masih belum jelas. “Pertama, terabaikannya prinsip self-assessment yang menjadi dasar pemungutan. Kedua, pajak Indonesia tidak mengarah ke cita-cita pajak bangsa,” kata […]
WA only