INDEF: Sulit Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan PDB 5,3%

Pembebasan PBB Guru Investasi Politik Anies
May 9, 2019
Raksasa Rokok Menghindar Pajak RI
May 9, 2019

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 5,07% bukan capaian yang positif.

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan, dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi ini maka akan semakin sulit untuk Pemerintah untuk mencapai sebesar 5,3% di tahun ini.

Oleh karenanya, diperlukan berbagai upaya terobosan kebijakan agar akselerasi perekonomian di sisa tiga kuartal ke depan dapat terealisasi sesuai target.

“Sebenarnya target pemerintah 5,3% 2019 perlu dikoreksi, lembaga dunia beberapa hari lalu menyampaikan ada koreksi pertumbuhan ekonomi global karena adanya tekanan dari eksternal yang akan menghampiri kita sehingga beberapa hal jadi tertahan. Secara sektoral ada beberapa data di 2019 kita tertahan, pertanian, kehutanan, perikanan pada saat sama di 2018 3,34%, tapi 2019 turun drastis 1,81%,” ujarnya di Tjikini Lima, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Menurutnya, sektor pertanian hingga tarif angkutan udara menjadi penyebab pertumbuhan yang tidak maksimal ini. Sektor Pertanian turun drastis, bahkan lebih buruk dari sebelumnya, khususnya tanaman pangan.

“Sektor pertanian pernah capai 7,11% dan sekarang 1,81%. Kami enggak sependapat dengan penurunan musim. 2019 minus 3,42% diantara sektor ini tanaman pangan sumbangkan penurunan terbesar meski ada di kehutanan dan penebangan kayu. Problemnya classical soal harga gabah kering panen trennya turun dari Rp5.400 sampe sekarang Rp4.400,” jelasnya.

Demikian pula sektor transportasi yang juga menurun. Sektor transportasi melemah, terutama akibat turunnya kinerja transportasi udara. Penyebabnya karena harga tiket pesawat yang meningkat drastis sejak Januari 2019.

“Sejak Januari, Februari ini turun jumlah penumpang yang sebabkan sektor transportasi udara jadi masalah. Salah satu yang jadi perdebatan ini harga tiket pesawat yang sumbang turunnya jumlah penumpang. Terjadi tren penurunan penumpang yang cukup besar pada Januari -16,07% dan Februari -15,46%,” tegasnya.

Sumber : CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only