Jakarta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa sensus ekonomi dilakukan bukan untuk kepentingan perpajakan melainkan untuk kebutuhan statistik.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya anggapan di masyarakat yang menyebut sensus ekonomi dilakukan untuk mendata calon wajib pajak.
“Jadi sensus ini adalah untuk kepentingan statistik, bukan dalam rangka untuk kepentingan perpajakan. Itu yang mungkin perlu diketahui oleh masyarakat luas,” kata Amalia di Balai Kota Jakarta, Senin.
Amalia juga memastikan kerahasiaan data masyarakat terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Kami juga sudah melakukan kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkom, dan juga dengan PT Peruri untuk menjaga keamanan data yang nanti dikumpulkan di server BPS,” tegasnya.
Lebih lanjut Amalia mengatakan partisipasi masyarakat DKI Jakarta menjadi sangat penting untuk memastikan data yang dikumpulkan adalah data yang sebenarnya.
Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk menerima petugas sensus yang datang serta mengisi data dengan benar.
Nantinya, lanjut Amalia, hasil dari sensus ekonomi tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk masyarakat.
Pasalnya, dengan basis data tersebut, rumusan kebijakan ekonomi akan menjadi lebih tepat dan akurat karena berbasis kepada data yang lengkap dan terkini.
Apabila masih ragu, masyarakat nantinya juga bisa mengisi sendiri data tersebut melalui kuesioner online yang telah disiapkan oleh pihak BPS.
“Nanti bisa dikomunikasikan ke petugas sensus kami bahwa ada keinginan misalnya ingin mengisi mandiri, silakan disampaikan langsung kepada petugas sensus yang datang,” kata Amalia.
Sumber : antaranews.com

WA only
Leave a Reply