NEWS
-

Era Menkeu Baru, Dirjen Pajak Bimo: Restitusi Pajak Tetap Selektif & Sesuai SOP
Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Bimo Wijayanto menegaskan, proses restitusi pajak tetap berjalan di tengah transisi pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) baru Suahasil Nazara. Bimo mengatakan, restitusi pajak dilakukan secara selektif, terukur, terencana, dan terarah. Prioritas diberikan kepada sektor yang dinilai benar-benar patuh. Ia juga membantah bahwa adanya penahanan pencairan restitusi pajak. “Restitusi baik-baik saja. Yang bilang […]
-

Kemenkeu Buka Opsi Insentif Pajak Baru di Era Pajak Minimum Global
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Perpajakan Yon Arsal mengungkapkan pemerintah perlu mempertimbangkan skema insentif pajak baru seiring dengan penerapan global minimum tax (GMT) dengan tarif pajak minimum efektif sebesar 15%. Menurut Yon, penerapan Pilar 2 GMT mengubah perhitungan manfaat yang dapat diperoleh investor dari pemberian insentif pajak, khususnya tax holiday dan tax allowance. “Pilar 2 […]
-

Pengusaha Ngeluh Restitusi Pajak, Bos DJP Pastikan Sesuai SOP
Direktur Jenderal Pajak (DJP) Bimo Wijayanto memastikan pencairan restitusi kepada wajib pajak sesuai dengan standar operasional dan prosedur (SOP). Hal ini disampaikan Bimo di tengah pergantian pucuk kepemimpinan di Kementerian Keuangan. Bimo mengatakan pencairan restitusi dilakukan secara selektif, terukur, dan terencana, dan terarah pada sektor yang patuh. “Jadi itu resitusi memang secara selektif, lebih terukur, […]
-

Dilema Restitusi Pajak di Tangan Menkeu Suahasil
Kementerian Keuangan memiliki pemimpin baru, Suahasil Nazara. Perombakan menteri keuangan itu membawa harapan baru bagi pelaku usaha, terutama terkait relaksasi kebijakan restitusi pajak atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak. Kalangan pengusaha satu suara bahwa restitusi pajak harus menjadi kebijakan yang dievaluasi oleh Suahasil. Pengusaha merasa bahwa hak restitusinya dipersulit di bawah menteri keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi […]
-

Minyak Dan Pajak Geopolitik
Harga minyak kembali menembus US$ 100 perbarel, sementara Brent bergerak mendekati US$ 108 per barel. Namun, lonjakan kali ini tidak lagi dapat dibaca semata melalui hukum pasokan dan permintaan. Konflik geopolitik, gangguan jalur energi, kenaikan ongkos pengiriman, serta meningkatnya risiko keamanan kini ikut menentukan harga setiap barel minyak di pasar dunia. Dunia tidak hanya membayar […]
WA only