NEWS
-

Terungkap! Total Piutang Pajak Capai Rp 83,61 T di 2025
Direktorat Jenderal Perpajakan (DJP) mencatat total piutang pajak bruto mencapai Rp83,61 triliun pada 2025. Hal ini terungkap dalam Laporan DJP Audited 2025. Tercatat dalam laporan ini, piutang pajak meningkat 10,98% dibandingkan dengan Rp 75,33 triliun pada akhir 2024. Adapun, dari total pajak bruto Rp 83,61 triliun, sebanyak Rp 47,41 triliun atau 56,7%-nya merupakan piutang tidak […]
-

Penerimaan pajak semester I KPP Manokwari tumbuh 69,14 persen
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, Papua Barat mencacat realisasi penerimaan pajak pada semester I tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 69,14 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan realisasi mencapai Rp293,96 miliar. Kepala KPP Pratama Manokwari Vika Aryanto di Manokwari, Rabu, mengatakan tingkat pencapaian target bulanan penerimaan pajak sejak Januari hingga Juni 2026 terus membaik, […]
-

Insentif Pajak PFII, Dinilai Tak Sejalan dengan Pajak Minimum Global
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyoroti kebijakan pemerintah terkait pemberian insentif pajak yang dinilai berpotensi tidak sejalan dengan tren penerapan pajak minimum global (global minimum tax). Misalnya saja, Pemerintah berencana memberikan berbagai insentif fiskal bagi pelaku usaha yang menjalankan kegiatan di kawasan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet […]
-

Restitusi Pajak 2025 Capai Rp361 Triliun Lebih, 70% dari PPN
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mencatat bahwa pengembalian lebih bayar pajak atau restitusi pajak sepanjang 2025 sebesar Rp361,15 triliun. Mayoritas merupakan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yakni di atas 70%. Dalam Laporan Keuangan DJP 2025 audited, realisasi penerimaan pajak tahun lalu tercatat sebesar Rp1.917,9 triliun atau 87,6% dari target APBN Rp2.189,3 triliun. Hasil neto penerimaan […]
-

Kinerja Fiskal Semester II Diramal Tertekan, Subsidi dan Penerimaan Pajak Jadi Risiko
Kinerja fiskal pemerintah pada semester II 2026 diperkirakan menghadapi sejumlah tekanan, mulai dari meningkatnya beban subsidi energi, potensi pelemahan penerimaan pajak, hingga kenaikan ongkos pembiayaan akibat meningkatnya persepsi risiko terhadap Indonesia. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, perbaikan kinerja fiskal pada semester I berpotensi tidak berlanjut sepenuhnya pada paruh […]
WA only