Aktivasi Coretax KPP Cilandak Naik Drastis

Aktivasi akun Coretax di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cilandak, Jakarta Selatan, menunjukkan tren peningkatan signifikan pada awal 2026.

Antusiasme wajib pajak meningkat seiring persiapan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Tahun Pajak 2025 yang untuk pertama kalinya dilakukan melalui sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Kepala KPP Pratama Cilandak Muslimin menyebutkan, lonjakan aktivasi sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Tingginya minat wajib pajak bahkan sempat mendorong kantor pajak memperpanjang jam pelayanan untuk mengakomodasi proses aktivasi akun.

“Progres aktivasi akun Coretax untuk wajib pajak di KPP Cilandak hingga saat ini naik drastis. Jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, terutama menjelang akhir tahun kemarin, antusiasme wajib pajak sangat tinggi,” ujarnya kepada Beritasatu.com di KPP Pratama Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Muslimin menuturkan, tren positif tersebut menjadi sinyal baik bagi upaya modernisasi sistem perpajakan. Menurutnya, peningkatan aktivasi mencerminkan kesiapan wajib pajak untuk beradaptasi dengan layanan perpajakan digital.

“Trennya sangat positif. Kami menyambut baik antusiasme wajib pajak untuk bersama-sama berkontribusi dalam pemenuhan kewajiban perpajakan,” katanya.

Ia menambahkan, memasuki awal tahun, layanan yang paling banyak dimanfaatkan wajib pajak melalui Coretax adalah aktivasi akun dan persiapan pelaporan SPT Tahunan. Hal ini seiring kewajiban penyampaian SPT Tahun Pajak 2025 yang seluruhnya dilakukan melalui sistem Coretax.

“Saat ini yang paling banyak dimanfaatkan adalah aktivasi akun dan persiapan penyampaian SPT. Ini merupakan tahun pertama wajib pajak menyampaikan SPT melalui Coretax untuk Tahun Pajak 2025,” jelasnya.

Meski demikian, Muslimin mengakui masih terdapat sejumlah keluhan teknis pada tahap awal penggunaan sistem. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dari sisi sarana, sistem, maupun sumber daya manusia guna memastikan pelayanan tetap optimal.

“Kami menyiapkan beberapa ruang pelayanan agar tidak terpusat di satu titik. Jika jumlah wajib pajak membludak, konsentrasinya akan kami pecah supaya pelayanan tetap nyaman,” paparnya.

Sumber : beritasatu.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only