Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai sektor komoditas masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan penerimaan pajak Indonesia. Namun, ia mengingatkan pemerintah juga perlu lebih serius menggarap potensi penerimaan dari sektor informal yang kapasitas ekonominya tidak kecil.
“Untuk meningkatkan pendapatan pajak, yang perlu diintensifkan oleh pemerintah adalah penerimaan dari sektor komoditas. Mulai dari bea keluar, CPO, batu bara, hingga nikel. Sektor-sektor ini perlu terus dipertimbangkan karena memiliki potensi kontribusi perpajakan yang tinggi,” ujar Fakhrul di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Di sisi lain, ia menilai pemerintah juga perlu memberi perhatian lebih pada fenomena informalisasi di berbagai sektor ekonomi. Menurutnya, sektor informal di Indonesia tidak hanya didominasi oleh usaha kecil, tetapi juga mencakup pelaku usaha berskala besar.
“Kita harus perhatikan juga sektor informal. Karena di Indonesia, sektor informal itu banyak dan bukan hanya yang kecil, tapi juga ada yang besar,” jelasnya.
Fakhrul memperkirakan potensi ekonomi dari sektor informal yang belum tergarap secara optimal mencapai angka yang signifikan.
“Kalau kita lihat, nilai ekonomi yang masih berada di sektor informal itu bisa mencapai sekitar Rp 200 triliun per tahun. Ini tentu menjadi potensi yang sangat besar untuk penerimaan negara jika bisa ditata dengan baik,” pungkasnya.
Sumber : beritasatu.com

WA only
Leave a Reply