Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mencatat bahwa sebesar Rp116 triliun dari keseluruhan penerimaan pajak bersih sampai dengan semester I/2026 merupakan deposit pajak.
Untuk diketahui, penerimaan pajak sampai dengan semester I/2026 mencapai Rp1.035,7 triliun. Porsinya mencapai sekitar 11% dari keseluruhan penerimaan pajak yang dibukukan selama paruh pertama tahun ini.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026, Selasa (21/7/2026).
“Ada Rp116 triliun. Nanti akan clear by the time, tergantung wajib pajaknya,” kata Bimo di Aula Mezzanine, Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).
Bimo memastikan bahwa meski masuk ke deposit, setoran pajak yang masuk ke salah satu fitur Coretax ini sudah memiliki kode akunnya sendiri. Dengan demikian, setoran dari wajib pajak yang masuk ke deposit sudah ditentukan akan masuk ke jenis-jenis pajak apa saja nantinya.
Dia menyebut bahwa adanya fitur deposit pajak ini merupakan keleluasaan yang diberikan kepada wajib pajak. Namun, alokasi dari deposit ke setiap pos pajak (clerance) nantinya akan bergantung kepada wajib pajak.
Bimo juga menyampaikan bahwa deposit pajak ini telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Statusnya memang diberikan keleluasan untuk deposit, jadi clearance-nya tergantung wajib pajak. Kami enggak bisa memaksakan. Itu merupakan sarana yang ada di Coretax, mereka pasti akan clearance,” tuturnya.
Adapun penerimaan pajak selama semester I/2026 Rp1.035,7 triliun ini tumbuh 24,6% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 Rp831,3 triliun.
Perinciannya, PPh Badan dan Deposit PPh badan terkumpul Rp196,1 triliun atau tumbuh 28,6% (yoy). Sementara itu, PPh Orang pribadi, PPh 21, dan Deposit PPh 21 tercatat Rp146 triliun atau naik 13,6% (yoy).
Selain itu, PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 tercatat Rp159,9 triliun atau tumbuh 1,4%.
Pajak konsumsi yakni PPN dan PPnBM terkumpul Rp380 triliun atau tumbuh 42,2% (yoy). Sementara itu, pajak lainnya tercatat Rp153,8 triliun atau tumbuh 22,7% (yoy).
Sumber : ekonomi.bisnis.com

WA only
Leave a Reply