Penerimaan pajak semester I KPP Manokwari tumbuh 69,14 persen

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, Papua Barat mencacat realisasi penerimaan pajak pada semester I tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 69,14 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan realisasi mencapai Rp293,96 miliar.

Kepala KPP Pratama Manokwari Vika Aryanto di Manokwari, Rabu, mengatakan tingkat pencapaian target bulanan penerimaan pajak sejak Januari hingga Juni 2026 terus membaik, meskipun realisasi kumulatif baru 28,85 persen dari target tahunan Rp1,02 triliun.

“Rata-rata penerimaan pajak per bulan melampaui target yang ditetapkan setiap bulan. Hanya Januari saja yang tidak sampai target karena baru awal tahun anggaran,” kata Vika.

Ia menjelaskan bahwa, kinerja penerimaan jenis pajak penghasilan (PPh) nonmigas menempati urutan pertama dengan realisasi mencapai 56,45 persen atau sekitar Rp125,02 miliar dari target tahunan sebesar Rp221,48 miliar.

Disusul pajak pertambangan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 31,18 persen atau Rp128,17 miliar dari target Rp411,05 miliar, serta pajak bumi dan bangunan (PBB) 29,33 persen atau Rp1,66 miliar dari Rp5,66 miliar.

“Kalau pajak jenis lainnya sudah terealisasi 10 persen atau Rp39,12 miliar dari target Rp380,84 miliar. Semua jenis pajak tumbuh positif dibanding semester I tahun 2025,” ujarnya.

Dari sisi sektor, kata dia, penerimaan pajak masih didominasi administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebanyak Rp190,63 miliar dengan kontribusi mencapai 64,66 persen dari total penerimaan pada semester I tahun 2026.

Disusul industri pengolahan dengan kontribusi 14,14 persen atau sekitar Rp41,67 miliar, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan bermotor memberikan andil 12,63 persen atau Rp37,23 miliar, serta sektor lainnya.

“Belanja pemerintah mulai triwulan II sampai triwulan III memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan pajak. Sektor administrasi pemerintahan masih jadi penopang utama,” ujarnya.

Ia menyebut Manokwari menjadi daerah dengan kontribusi tertinggi yaitu 75,61 persen dari total penerimaan pajak, diikuti Teluk Bintuni 16,37 persen, Teluk Wondama 3,11 persen, Pegunungan Arfak 2,84 persen, dan Manokwari Selatan 1,80 persen.

Realisasi penerimaan pajak mengalami fluktuasi yang meliputi, pada Januari terealisasi Rp49,30 miliar, Februari Rp29,25 miliar, Maret Rp55 miliar, April Rp50,56 miliar, Mei Rp43,67 miliar, dan Juni Rp66,18 miliar.

“Wilayah kerja KPP Pratama Manokwari meliputi lima kabupaten di Provinsi Papua Barat,” ujarnya.

Sumber : papuanews.antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only