Ini Dia Pekerjaan Rumah Bendahara Negara Baru

Menteri Keuangan Suahasil Nazara hadapi ujian kredibilitas pengelolaan keuangan negara

Deretan pekerjaan rumah di bidang fiskal menanti Suahasil Nazara yang telah resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Tugas tersebut mulai dari penerimaan pajak serta bea dan cukai, kebocoran dan defisit anggaran, hingga lonjakan utang.

Pakar ekonomi Ferry Latuhihin menilai pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara belum tentu langsung membawa perbaikan pada kondisi fiskal Indonesia. la menilai persoalan utama bukan hanya terletak pada sosok Menteri Keuangan, tetapi juga keberanian dalam mengambil keputusan terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai membebani fiskal.

“Apakah Suahasil akan lebih baik? Belum tentu juga. Dia harus punya nyali menghentikan MBG (Makan Bergizi Gra tis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih),” kata Ferry ke pada KONTAN, kemarin.

Ferry menilai pergantian Menteri Keuangan tidak akan memberikan dampak signifikan apabila Suahasil tidak berani melakukan evaluasi terhadap program-program yang dinilai berpotensi menekan ruang fiskal. la bahkan mendorong agar pemerintah menghapus kedua program tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi keuangan negara.

Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz juga menilai, tantangan terbesar Menteri Keuangan ke depan justru terletak pada upaya menyeimbangkan agenda pertumbuhan pemerintah yang ambisius dengan ruang fiskal yang semakin terbatas. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan defisit fiskal sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2027.

Namun Faiz memproyeksi, pertumbuhan ekonomi lebih konservatif sebesar 5,1% dan memperkirakan defisit fiskal sekitar 2,75% terhadap PDB.

Karena itu, “Perlu mempertahankan kredibilitas fiskal sembari melakukan reprioritisasi terhadap belanja dengan multiplier rendah, menuju pengeluaran yang lebih produktif,” tandas Faiz

Menurut Faiz, defisit sebesar 2,75% terhadap PDB masih berada dalam batas aturan fiskal 3%. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga disiplin fiskal agar ruang kebijakan tetap tersedia di tengah berbagai agenda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Jalankan kebijakan

Sementara itu, Pengamat Pajak Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar berharap Suahasil membenahi kebijakan restitusi pajak. “Menurut saya, ini adalah batas minimum yang perlu beliau lakukan sebagai Menteri Keuangan yang baru: mengembalikan hak wajib pajak,” kata Fajry, kepada KONTAN.

Ia juga berharap, Suahasil bisa mengembalikan kepercayaan investor melalui data maupun pernyataan Kemenkeu serta transparansi kondisi keuangan. Fajry juga berharap Menteri Keuangan yang baru tidak menjadikan pegawai Kemenkeu, terutama pegawai pajak atau bea cukai, sebagai kambing hitam.

Usai dilantik, Suahasil mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ia akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. “Artinya menjaga kesehatan nya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara,” kata Sua-hasil.

Tak hanya itu, APBN ke depan juga harus mampu menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas perekonomian RI.

Suahasil juga menegaskan bahwa dirinya akan memprioritaskan pelaksanaan program kerja nasional yang telah menjadi arahan Presiden dan Kabinet. Ia menyebut, program-program prioritas nasional tersebut harus menjadi fokus pelaksanaan APBN.

Sumber: Harian Kontan, Selasa 15 September 2026, Hal 2

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only