DJP Kembangkan AI, Kerahasiaan Data Wajib Pajak Jadi Prioritas

Ditjen Pajak (DJP) menegaskan penggunaan artificial intelligence (AI) dalam proses bisnis perpajakan akan tetap menjaga kerahasiaan data wajib pajak. Topik tersebut menjadi salah satu ulasan media nasional pada hari ini, Rabu (14/9/2026).

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengatakan DJP tidak secara serta-merta menggunakan AI yang jamak digunakan oleh masyarakat. Menurutnya, AI yang digunakan oleh DJP ialah AI tersendiri yang dikembangkan bersama yurisdiksi mitra.

“Kami tidak akan menggunakan perangkat open source untuk menjalankan sistem AI kami. Kami menerapkan sistem AI menggunakan kemampuan internal kami, serta melalui kerja sama dengan otoritas pajak lain yang sudah memiliki sistem AI canggih, contohnya China,” katanya.

Bimo menyadari bahwa AI memungkinkan otoritas pajak untuk mengelola data secara lebih cepat dan akurat serta mempercepat proses pemberian pelayanan kepada wajib pajak. Namun, penggunaan AI harus tetap memperhatikan kerahasiaan data wajib pajak.

“Masalah kerahasiaan data wajib pajak merupakan prioritas utama yang harus kami jaga. Saya akan yakinkan kepada wajib pajak bahwa kami sangat serius dalam melindungi kerahasiaan data mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bimo menilai AI merupakan salah satu teknologi yang perlu dimanfaatkan oleh otoritas pajak pada era saat ini. Menurutnya, kehadiran AI memungkinkan otoritas pajak untuk mengelola risiko kepatuhan pajak secara lebih efisien.

“AI memungkinkan kita untuk memproses data dalam jumlah besar dengan cepat serta menangani kepatuhan secara akurat. Hal ini memungkinkan kita untuk mengalokasikan SDM ke isu-isu yang lebih kompleks, sekaligus mempercepat pemberian layanan kepada wajib pajak,” ujar Bimo.

Namun, penggunaan AI juga perlu dibarengi dengan perbaikan hubungan antara wajib pajak dan otoritas pajak. Guna mewujudkan perbaikan dimaksud, lanjut Bimo, Indonesia telah meluncurkan program cooperative compliance.

“Alih-alih hanya mengandalkan audit dan penegakan aturan, kami membangun kemitraan yang didasarkan pada keterbukaan, komunikasi yang timely, dan rasa saling percaya,” katanya.

Sumber : news.ddtc.co.id

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only