Bapenda Kupang Pasang Target PAD 2020 Bisa Mencapai Rp 21 Miliar

Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) menargetkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang tahun 2020 bisa mencapai Rp 21 Miliar.

Untuk mencapai target penerimaan  ini, Bapenda  telah menyiapkan sejumlah strategi dengan membangun tiga portal di dua Kecamatan plus 10 mesin Sistem  Pelaporan Transaksi Pajak dengan  teknologi digital.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang, Fahren Foenay, menyampaikan hal ini kepada Wartawan di Oelamasi, Rabu (15/1/2020).

Fahren menjelaskan, di Kabupaten Kupang hanya miliki 8 potensi pajak, yakni, Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, reklame Penerangan Jalan, Mineral bukan logam dan bebatuan, PBB/P2 dan PPH.

Penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Bebatuan menjadi jenis penerimaan pajak terbesar di Kabupaten Kupang.

Pihaknya, secara inovatif sudah harus menggunakan sistem kerja digital bagi setiap jenis penerimaan pajak. Hal ini tentu untuk mempermudah kerja petugas dan menghindari kebocoran.

“Sistem kerja mesin – mesin digital yang sudah digunakan  yakni,  Portal Non Tunai untuk penarikan pajak galian C, Mesin Kasir untuk rumah – rumah makan  dan Mesin Simpan Sakti untuk Sistem Pelaporan Transaksi Pajak Otomatis,” jelasnya.

Soal penerimaan pajak Hotel dan restauran, lanjut Fahren, masih jauh dari harapan. Pasalnya, daerah ini hanya memiliki sedikit Hotel dan restauran.. Penarikan pajak hotel dan restauran ini lebih optimal dilaksanakan di Kota Kupang yang memiliki banyak bangunan hotel dan restauran.

Secara eksternal, kata Fahren, pihaknya terus menggali semua potensi pendapatan  baik yang sudah ada maupun yang belum ada.

Namun secara  internal,  pihaknya terus mendorong optimalisasi pendapatan melalui semua potensi pendapatan yang sudah ada. Tentu dengan cara ini maka tuntutannya harus lebih kreatif dan inovatif.

“Kami telah membangun kerjasama dengan Bank NTT dalam pembabgunan portal di tiga lokasi di Kupang Timur dan Kupang Barat. Tentu hal ini sangat penting untuk melakukan semua pencatatan penerimaan pajak galian C dan juga sebagai upaya mengatasi kebocoran,” tambahnya.

Sumber: tribunnews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only