Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan tantangan berat dari penerimaan perpajakan di 2021 masih dihadapkan pada risiko pemulihan ekonomi nasional.
“Tantangan penerimaan pajak 2021, baseline perpajakannya masih cukup rendah. Lalu harga komoditas masih cenderung rendah,” katanya dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.
Ia memprediksi penerimaan perpajakan tahun ini tumbuh negatif sebesar 9,2 persen. Sementara tahun depan pemerintah tidak bisa langsung menggenjot pertumbuhan penerimaan perpajakan meski perekonomian mulai pulih.
“Kinerja ekonomi harapannya sudah mulai pulih tapi tidak akan sprint, masih ada pembatasan-pembatasan. Termasuk juga risiko apakah kita akan mengalami second wave atau tidak untuk covid19. Ini risiko yang harus kita hadapi,” jelas dia.
Di sisi lain, dunia usaha tidak mungkin sepenuhnya pulih dalam waktu singkat. Karena itu, pemerintah tidak bisa langsung mengejar pajak industri demi menjaga perekonomian tetap berjalan.
Sementara itu, ekstensifikasi perpajakan juga tidak mungkin dilakukan selama masa pandemi covid-19. Namun pemerintah dapat mengandalkan perubahan struktur ekonomi yang kini mengarah pada transaksi elektronik atau digital.
“Pemerintah berusaha kejar transaksi yang bergeser dari offline ke online. Tapi tentunya masih dibutuhkan dukungan kepada dunia usaha untuk peningkatan daya saing tadi. Jadi ada insentif-insentif yang dari 2020 itu tetap dilanjutkan ke 2021,” pungkas dia.
Sumber : Medcom.id

WA only
Leave a Reply