JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7), ditutup menguat didukung positifnya data ekonomi negara-negara maju.
Sebelumnya, IHSG pada Kamis pagi, dibuka menguat. Kemudian, IHSG betah berada di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham. IHSG ditutup menguat 52,39 poin atau 1,07% ke posisi 4.966,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,44 poin atau 1,37% menjadi 769,82.
“Data-data PMI dari negara-negara perekonomian maju yang menunjukkan tren positif, memberikan sentimen yang bagus bagi IHSG. Kenaikan harga komoditas dunia (terutama minyak) juga mendukung tren kenaikan demand,” kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
Secara sektoral, seluruh sektor meningkat dimana sektor properti naik paling tinggi, yaitu 2,33%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri dasar masing-masing 1,98% dan 1,77%.
Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp210,15 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 611.448 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,9 miliar lembar saham senilai Rp7,63 triliun. Sebanyak 218 saham naik, 193 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei menguat 24,23 poin atau 0,11% ke 22.145,96, indeks Hang Seng naik 6,97 poin atau 2,85% menjadi 25.124,19, dan indeks Straits Times menguat 24,45 poin atau 0,94% ke 2.634,62.
Rupiah Melemah
Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis sore, melemah seiring tarik menarik sentimen positif dan negatif di pasar uang.
Pada pembukaan Kamis pagi, rupiah dibuka melemah di posisi Rp14.294 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.261 per dolar AS hingga Rp14.379 per dolar AS. Rupiah ditutup melemah 95 poin atau 0,67% menjadi Rp14.378 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.283 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis, menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.516 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.341 per dolar AS.
“Diapit oleh sentimen negatif dan positif, pasar sepertinya agak bingung menentukan sikap. Sehingga wajar kalau arus modal asing kembali mengalir luar pasar,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.
Dengan situasi yang masih tidak menentu, membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) sepertinya masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level rendah. Saat ini, Federal Funds Rate berada di 0-0,25%, terendah sejak 2015.
“Peserta rapat memperkirakan akan menahan suku bunga acuan hingga ada keyakinan bahwa ekonomi sudah melalui periode buruk ini serta berada di jalur pemenuhan target penciptaan lapangan kerja dan stabilitas harga,” tulis risalah rapat The Fed periode Juni 2020.
Dalam rapat tersebut, terlihat bahwa suasana kebatinan Gubernur The Fed Jerome Powell dan kolega begitu prihatin. Kata ketidakpastian sampai muncul 45 kali dalam notula rapat.
Meski akhir-akhir ini sentimen di pasar agak membaik, tetapi pertumbuhan ekonomi 2020 diprediksi tetap akan lemah dan ketidakpastian masih sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut, peserta rapat menilai proyeksi yang lebih pesimistis menjadi masuk akal.
Sentimen lainnya, perusahaan farmasi BioNTech menguji vaksin mereka kepada 24 relawan dan setelah 28 hari terlihat ada peningkatan antibodi untuk melawan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tersebut.
CEO BioNTech Ugur Sahin mengatakan uji coba pertama menunjukkan bahwa vaksin berhasil meningkatkan aktivitas imun.
“Kabar tersebut membuat pelaku pasar sedikit optimistis bahwa masih ada jalan untuk melawan pandemi virus corona,” ujarnya.
Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan besok, Jumat (3/7), masih akan melemah. “Dalam perdagangan besok, rupiah kemungkinan masih akan melemah di level Rp14.350-Rp14.450 per dolar AS,” tuturnya.
Sumber : Validnews.id

WA only
Leave a Reply