Luhut: Indonesia Tidak Bisa Melarikan Diri dari Tantangan Perekonomian Global

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kondisi perekonomian global menunjukan tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari penurunan likuditas bank sentral Amerika Serikat (The Fed), permasalahan Evergrande di Tiongkok hingg ancaman perubahan iklim.

“Ketika sedang menghadapi covid-19 tidak dapat menghindari ketidakpastian. Kita tidak dapat melarikan diri dan tantangan Global yang semakin kompleks dan dinamis setiap harinya,” ucap Luhut dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 pada Selasa (25/1/2022).

Pemerintah mendorong agar kondisi iklim investasi bisa bertahan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia dilakukan secara berdampingan dengan mempertimbangkan tantangan global yang semakin besar. Pada sektor komoditas pemerintah terus memprioritaskan untuk menerapkan hilirisasi agar tidak bergantung pada ekspor bahan mentah.

“Sejauh itu hilirisasi telah dilakukan di sektor kelapa sawit untuk B30, biji nikel yang diproses jadi bahan besi baja dan juga pengolahan bijih nikel. Ini akan berjalan dengan perkembangan kendaraan listrik menggunakan dikenal sebagai katoda baterai listrik,” kata Luhut.

Proses hilirisasi ini turut dilakukan di produk lainnya seperti aluminium dan Petrokimia. Pada Desember 2021 telah dilakukan groundbreaking di Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Luhut mengatkan kawasan ini diminati berbagai investor karena komoditas di sana di area yang luas dan sungai yang dapat menjadi sumber hydropower dengan menggunakan listrik dari hydropower.

“Produk yang dihasilkan menjadi produk rendah emisi untuk menghadapi perubahan iklim,” tandas Luhut.

Dia menuturkan pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Dalam Pembangunan Nasional. Untuk ke depannya pemerintahan akan mengatur lebih dalam implementasi regulasi tersebut.

“Sehingga pasar karbon Indonesia dapat terbentuk dengan baik agar dapat mencapai emisi karbon sesuai dengan target NDC (Nationally Determined Contribution),” kata Luhut.

Dari segi regulasi pemerintah telah menyiapkan berbagai reforrmasi untuk mendukung investasi yang dapat mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah telah menerbitkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Implementasi UU Cipta Kerja akan memudahkan investasi dengan perizinan yang berbasis risiko.

“Koordinasi pusat daerah dan bergantinya rezim dari daftar negatif investasi menjadi investasi prioritas,” ucapnya.

Dia mengatakan pemerintah juga terus memberikan skema insentif yang menarik untuk mendorong investasi baik untuk penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri. Adapun insentif yang ditawarkan antara lain tax holiday, kemudahan perizinan , insentif kawasan industri, serta mengutamakan tingkat komponen dalam negeri untuk pengadaan pemerintah

“Ke depannya kita akan fokus kepada implementasi aturan-aturan ini untuk memudahkan investasi yang mendorong transformasi ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Pemerintah juga fokus investasi di sektor kesehatan sebab Covid-19 telah memperlihatkan pentingnya reformasi sistem kesehatan nasional dikarenakan kurangnya kapasitas rumah sakit, produksi farmasi,alat kesehatan dan tenaga kesehatan ketika berhadapan dengan varian delta. Indonesia sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan obat-obat penting ketika negara lain mendahulukan kepentingan domestik

“Sehingga sangatlah penting pemerintah fokus investasi di sektor kesehatan. Banyak negara kini juga turut fokus pada hal yang sama karena mereka tidak mau terlibat dalam supremasi Tiongkok dan India sebagai pusat produksi farmasi,” ucapnya.

Sumber : beritasatu.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only