Insentif Pajak Mau Disetop, Impor Alkes US$1,45 M hingga April 2022

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor 20 jenis alat kesehatan (alkes) senilai US$1,45 miliar sepanjang Januari hingga April 2022.
Mengutip data BPS, Rabu (8/6), RI mengimpor alkes sebanyak 33.347 ton sejak awal tahun sampai akhir April 2022.

Lebih rinci, Indonesia mengimpor pembersih tangan alias hand sanitizer sebanyak 2.479 ton, bahan baku hand sanitizer 38.629 ton, produk mengandung disinfektan 4.381 ton, alat rapid test 91,445 ton, alat PCR tes 2.932 ton, virus transfer media 1.513 ton, serta obat dan vitamin 5.124 ton.

Kemudian, termometer sebanyak 715,8 ton, ventilator 544,8 ton, swab 1.825 ton, masker 10.178 ton, bahan baku masker 28.277 ton, pakaian pelindung 3.196 ton, bahan baku pakaian pelindung 223.232 ton, dan sarung tangan 6.293 ton.

Lalu, sepatu pelindung sebanyak 739,4 ton, alat pelindung kaki 46,4 ton, face shield 2.332 ton, kacamata pelindung 799,8 ton, dan pelindung kepala 13 ton.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan tidak akan memperpanjang insentif fiskal untuk alkes yang akan berakhir pada Juni 2022.

Keputusan tersebut diambil karena kasus positif covid-19 di Indonesia sudah landai. Bahkan, tidak ada kenaikan yang signifikan usai libur lebaran tahun ini

“Pandemi sudah baik-baik saja. Jadi nggak perlu (diperpanjang) ya,” ucap Sri Mulyani.

Apabila pajak impor kembali diterapkan, berarti alkes seperti oksigen, masker, alat tes, hingga obat-obat terapi covid-19 akan dikenakan bea masuk dan pajak saat Indonesia membeli dari luar negeri.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu juga mengatakan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk dan pajak impor diberikan sejalan dengan kondisi covid-19 di dalam negeri.

Ia menjelaskan insentif fiskal ini diberikan pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan alat kesehatan saat kasus covid-19 melonjak.

Kan sudah pada sembuh orang-orang. Kami lihat sekarang, kalau sekarang nggak ada PMK baru berarti kan enggak dilanjut. Ini kan kami lihat kondisi pandemi sudah turun,” jelasnya.

Menurut Febrio, saat ini fokus pemerintah adalah menjaga agar kasus positif covid-19 tidak kembali melonjak sembari terus melanjutkan pemulihan ekonomi.

“Jadi fokus kami saat ini menjaga stabilitas daya beli masyarakat dengan harga komoditas dan sebagainya agar ekonomi tetap tumbuh,” tutup Febrio.

Sumber : cnn indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only