Rizal Ramli kritik kenaikan tarif pajak impor: Kebanyakan komoditas ecek-ecek

Efek Dollar AS dan Pajak, Harga Mobil Ini Tembus Rp 175 Miliar
September 27, 2018
Produksi jagung domestik minim, produsen pajak ajukan izin impor gandum
September 27, 2018

Merdeka.com – Mantan Menteri Koordinator Maritim, Rizal Ramli mengkritisi kebijakan penaikan tarif impor yang dikeluarkan Kementerian Keuangan. Menurut dia, kebijakan anyar yang menyasar 1.147 komoditas impor tersebut tidak berdampak signifikan pada turunnya impor dan perbaikan neraca perdagangan.

“Kebanyakan itu komoditas ecek-ecek semua, lipstik lah, sabun lah, kagak penting amat yang total impor hanya USD 5 bilion dan kebanyakan menyentuh pengusaha menengah. Dengan langkah yang diambil oleh pemerintah, paling impor hanya berkurang USD 500 juta,” kata dia dalam diskusi di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (26/9).

Dia mengatakan, Kementerian Keuangan seharusnya menyasar komoditas yang masuk dalam daftar “Top 10” komoditas impor Indonesia, seperti baja dan produk baja, plastik, kendaraan serta peralatan mobil. Komposisi ke-10 komoditas tersebut terhadap total impor mencapai 67 persen.

“Tidak berani menyentuh the top 10 dari impor Indonesia yang mencapai 67 persen. Misalnya tidak berani ambil langkah kurangi baja. Padahal Krakatau Steel merugi kalah dari impor baja dan produk impor baja dari China yang di situ ada ekses capacity, dia banting harga, baja impor kita kalah USD 10,6 miliar,” kata dia.

Dia yakin, dengan membatasi impor komoditas “Top 10” tersebut Indonesia dapat mengurangi nilai impor secara signifikan. “Ambil dong langkah tuntut China di pengadilan karena dumping. Masa tidak berani. Impor pasti berkurang, dari USD 10 bilion paling ke USD 3 bilion,” tegas Rizal.

“Selain itu plastik, vehicle, peralatan mobil. Ini juga tinggi sekali ambil dong langkah. Apa dengan naikkan pajak impor, pajak penjulan. Kok doyannya yang kecil-kecil,” tandasnya.

Sumber: Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only