Bangun Infrastruktur Bisa Tanpa Utang? Ini Kata Menko Darmin

Data Keuangan Orang Kaya Indonesia di Swiss Terbongkar September 2019
December 11, 2018
Target Pajak Baru Tercapai 88,9 Persen, DKI Lakukan Jemput Bola
December 11, 2018

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi pernyatan Wakil Presiden Nomor Urut 2 Sandiaga Uno mengenai bangun tanpa utang. Seperti diketahui, Sandiaga Uno sendiri menegaskan jika dirinya beserta pasangannya yakni Prabowo Subianto terpilih akan membangun tanpa berutang.

Menurut Darmin, pernyataan tersebut bisa saja terealisasi. Asalkan menurutnya, pemerintah menghemat seluruh anggaran yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk keperluan pembangunan infrasturktur.

Meskipun begitu, dirinya mengaku jika hal tersebut sangat sulit teralisasi. Karena jika anggaran dipangkas maka akan mengorbankan anggaran lainnya yang berpotensi membuat program pemerintah tidak jalan sepenuhnya.

“Iya kalau semuanya mau menghemat mungkin bisa saja,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Lagipula lanjut Darmin, selama ini pemerintah juga sudah merealisasikan hal tersebut yakni membangun infrastukutr tanpa berutang. Menurutnya biaya pembangunan infrastruktur yang dilakukuan oleh pemerintah uangnya bukan berasal dari utang luar negeri melainkan investasi.

“Infrastruktur itu bentuknya bukan utang. Dia investasi swastanya ngerti enggak?,” ucapnya.

Menurut Darmin, antara utang dan investasi sangat jauh berbeda dan tidak bisa disamakan. Jika berutang, maka pemerintah menjaminkan aset untuk mendapatkan uang, sementara investasi adalah seluruh biaya pembangunan berasal dari swasta dengan catatan ada masa konsesi pengelolaannya.

“Jadi ya, dan itu bukan utang. Dia investasi, dia ambil risiko di situ. Kalau sukses dia untung, kalau kurang sukses ya untungnya sedikit. Kita tidak minjam, dia investasi di kita,” jelasnya.

Lagi pula lanjut Darmin, investasi merupakan cara satu satunya agar pembangunan infrastruktur tetap jalan. Karena seluruh kebutuhan pembangunan infrastuktutr tidak akan bisa terakomodir oleh APBN.

Oleh karenanya, pemerintah mengundang investor-investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan cara membangun infratruktur. Selain itu, pemerintah juga mengeluarakan skema-skema kerjasama seperti Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Jadi kalau lihat proyek strategis nasional, mungkin APBN-nya cuma 10-11%, yang dari BUMN-BUMD 36%, swasta 51%,” jelasnya.

Sebagai infromasi, Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan jika dia dan pasangannya Prabowo Subianto terpilih akan tetap membangun infrastruktur. Namun bedanya dengan pemerintah saat ini, dia berjanji tidak akan berutang.

Menurut Sandiaga banyak cara yang bisa dilakukan dalam membangun infrastruktur. Seperti mendorong kerjasama dengan pihak swasta hingga meningkatkan pendapatan dari sisi penerimaan pajak.

Salah satu upaya peningkatan penerimaan pajak, pihaknya akan meningkatkan rasio perpajakan dengan cara justru menurunkan tarif pajak.

Sumber : okezone.com

Comments are closed.

WhatsApp WA only