Investor Realisasikan Keuntungan, Bursa Saham Asia Melemah

Rupiah Semakin Lesu, IHSG Turun Lebih dari 1%
March 6, 2019
Dibayangi Perlambatan Ekonomi China, Logam Industri Masih di Zona Hijau
March 6, 2019

Bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka melemah pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei turun 0,5%, Indeks Shanghai turun 0,25%, indeks Hang Seng turun 0,47%, indeks Straits Times turun 0,31%, dan indeks Kospi turun 0,33%.

Aksi ambil untung membuat bursa saham Benua Kuning harus terperosok ke zona merah. Maklum, penguatan bursa saham regional memang bisa dikatakan sudah sangat signifikan. Indeks Shanghai misalnya, sudah melesat hingga 21,4% sejak awal tahun hinga penutupan perdagangan kemarin (4/3/2019), sementara indeks Hang Seng sudah melejit sebesar 13,5% dalam periode yang sama.

Di sisi lain, ada sentimen positif yang menyelimuti perdagangan bursa saham Benua Kuning. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa AS dan China sudah dekat untuk mengakhiri perang dagang. Dalam waktu dekat, seluruh bea masuk dan berbagai hambatan dagang (trade barrier) bisa dihapuskan. 

“Kami mencoba mengesahkan itu (kesepakatan dagang dengan China). Saya rasa kedua pihak akan segera bertemu dan saya berharap seluruh bea masuk dan hambatan dagang akan sirna,” tegas Pompeo kepada stasiun televisi KCCI, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya pada hari Minggu (3/3/2019), Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa kedua negara hampir merampungkan kesepakatan dagang besar yang akan membuat kedua belah pihak menurunkan beberapa bea masuk yang telah dikenakan satu sama lain dalam perang dagang.

Dalam laporannya, WSJ mengatakan bahwa perundingan dagang yang digelar bulan lalu di Washington telah membantu AS dan China mempersempit perbedaan di antara mereka yang berarti perjanjian formal akan siap untuk ditandatangani ketika Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu pada bulan ini.

Lebih lanjut, China dikabarkan berencana untuk memotong Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor manufaktur sebesar 3% (300 bps) sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti dilansir dari Bloomberg. 

Menurut seorang sumber, kebijakan tersebut dapat diumumkan pada pekan ini kala para pimpinan politik bertemu di Beijing dalam gelaran National People’s Congress.

Sumber : cnbcindonesia.com


Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only