Penerimaan Pajak hingga Februari Capai Rp160,85 Triliun

Spotify Berseteru dengan Apple, Ini Akar Permasalahannya
March 20, 2019
Sri Mulyani Terima 7,31 Juta SPT Pajak Hingga Kemarin
March 20, 2019

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan penerimaan pajak hingga akhir Februari 2019 mencapai Rp160,85 triliun. Realisasi ini setara dengan 10,20% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp1.577,56 triliun.

“Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), penerimaan pajak dari bulan Januari sampai Februari 2019 ini tumbuh 4,66%,” demikian dikutip dari rilis APBN KiTa, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Adapun pertumbuhan penerimaan pajak itu ditopang kinerja Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas yang tumbuh 13,48% atau mencapai Rp57,44 triliun. Sedangkan PPh migas tumbuh 34,85% atau mencapai Rp10,51 triliun.

Kemudian untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) dan lainnya tercatat sebesar Rp1,14 triliun atau tumbuh 21,51%. Serta PPN dan PPnBM tercatat mencapai Rp57,44 triliun atau mengalami penurunan 10,40%.

Melihat dari jenisnya, PPh 25/29 menunjukkan pertumbuhan yang paling signifikan (yoy), sebesar 40%. PPh 25/29 yang terdiri dari PPh badan dan orang pribadi masing-masing menunjukkan pertumbuhan yakni 40,44% dan 28,17% (yoy).

Jenis pajak lain yang juga mengalami pertumbuhan dobel digit yakni PPh final dan PPh 21, dengan pertumbuhan (yoy) masing-masing sebesar 15,67% dan 10,65%. Namun perlu diketahui, pertumbuhan PPh final dan PPh 21 mengalami perlambatan, pasalnya pada periode yang sama tahun lalu masing-masing tumbuh sebesar 17,15% dan 40,96%.

Pertumbuhan yang melambat juga dialami PPh atas barang impor, bahkan pertumbuhannya hanya menyentuh satu digit yakni sebesar 1,16% (yoy). “Perlambatan pertumbuhan pajak-pajak atas impor terjadi seiring dengan melambatnya laju impor Indonesia. Nilai impor Indonesia di Bulan Januari 2019 mengalami penurunan 1,83% (yoy), dari USD15,31 miliar menjadi USD15,03 miliar,” demikian tertulis.

Pertumbuhan PPh barang impor didorong oleh PPh pasal 22 impor yang tumbuh 3,96% dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor yang tumbuh 0,79% (yoy). Sedangkan PPnBM impor turun 23,58% (yoy). “Hal ini cukup wajar mengingat jenis barang-barang yang tergolong mewah memang merupakan target utama kenaikan tarif impor,” tulis Kemenkeu.

Sumber : okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only