Sri Mulyani Waspadai Pelemahan Ekonomi Cina dan Amerika

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Turun, Ada Potensi Tak Capai Target 2019
March 26, 2019
DPR Ingatkan Jokowi Janji Pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu
March 26, 2019

Jakarta. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut perekonomian di Amerika Serikat dan Cina cenderung mengalami pelemahan. “Ini harus kita waspadai secara baik,” ujar dia selepas menghadiri acara Rapat Pimpinan Nasional Badan Narkotika Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.

Pelemahan itu, ujar Sri Mulyani, juga sejalan dengan proyeksi ekonomi dunia pada tahun 2019. Kondisi itu, menurut dia agak berbeda dengan 2018. Pada tahun ini, perekonomian dunia diproyeksikan mengalami pelemahan uang cukup signifikan.

“Kalau kita lihat pertumbuhannya dari 3,9 persen, ke 3,7 persen, ke 3,5 persen, bahkan sekarang mungkin lebih rendah dari ini,” ujar Sri Mulyani. “Dan beberapa indikator seperti inverse curve dari yield curve US treasury Amerika yang satu tahun,tiga bulan, dan sepuluh tahun ini biasanya sebagai leading indicator terhadap kemungkinan terjadinya resesi atau pelemahan di Amerika Serikat.”

Mengutip prediksi World Bank, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi  turun dari 3 persen menjadi 2,9 persen pada tahun ini. Sedangkan pertumbuhan ekonomi AS juga diprediksi akan turun dari 2,9 persen menjadi hanya 2,5 persen untuk tahun ini.

Dengan kondisi melemahnya perekonomian global, Sri Mulyani mengatakan strategi yang mesti dilakukan saat ini adalah memperkuat faktor dalam negeri Indonesia. Karena itu, menurut dia, seluruh instrumen, seperti fiskal, belanja negara, hingga perpajakan, mesti digunakan untuk mendorong investasi berjalan baik.

Ia melihat momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2018 masih cukup baik.  “Capital market cukup bullish dan capital spending mulai meningkat,” ujar Sri Mulyani. Didukung rampungnya beberapa infrastruktur, ia berharap adanya akselerasi belanja modal menjadi lebih efisien. 

Selanjutnya, Sri Mulyani mengatakan perlunya stabilisasi harga dan pasokan guna menjaga daya beli masyarakat. Sehingga, konsumsi nantinya akan lebih bagus. “Sedangkan dari konsumsi APBN defisit akan dipakai untuk menstimulasi.”

Terakhir, ia menggarisbawahi ekspor Indonesia. Menurut Sri Mulyani, meski perekonomian global melemah, bisa jadi dari sisi regional kondisinya berbeda. Sehingga ia akan melihat peluang ekspor itu dari beberapa negara. 

Sumber : Tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only