Menperin Rayu Dubes Jerman Turunkan Bea Masuk Produk RI

Indonesia Siapkan Opsi Turunkan Bea Masuk Sawit di India
March 29, 2019
Asia Tenggara Fokus pada Infrastruktur dan Tarik Investor Asia Utara
March 29, 2019

Refleksi pekerja pelabuhan melintas di dekat tumpukan peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/9). PT Pelindo II Teluk Bayur mencatat, proses bongkar peti kemas dari kapal hingga keluar pelabuhan (dwelling time) di pelabuhan itu tahun ini selama tiga hari, dengan rata-rata trafik 155 teus per hari, naik 3 persen dari tahun sebelumnya 150 teus per hari. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt/17

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto kembali menegaskan upaya pemerintah untuk terus menggenjot ekspor dan menekan impor bahan baku.

Ini dia sampaikan saat melepas Kontainer Ekspor Ke-3.000 PT Bayer Indonesia’, di Kompleks Pabrik Bayer Indonesia, Cimanggis, Depok, Rabu (27/3/2019). “Kita ingin ekspor lebih banyak ke pasar global,” kata dia.

Turut hadir dalam acara pelepasan, petinggi dari Kemenperin maupun Bayer Indonesia. Turut hadir, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof.

Dia turut menyampaikan pesan khusus kepada Duta Besar Schoof terkait bea masuk komoditas Indonesia ke pasar Eropa. Politisi Golkar ini mengatakan bahwa besaran bea masuk dapat menjadi penentu apakah suatu komoditas dapat lebih kompetitif di pasar global.

Dia mencontohkan, produk farmasi Indonesia yang sudah kompetitif di pasar global. Saat ini 80 persen produk PT Bayer Indonesia telah diekspor ke 32 negara. Termasuk di negara dengan aturan ketat, seperti UE, Korea, dan Australia.

“Saya dapat informasi bahwa bagi negara lain termasuk EU, Korea, dan Australia tidak ada bea masuk (untuk produk farmasi). Saya kira itu alasan kenapa kami kompetitif, karena tidak ada bea masuk,” ujarnya.

Karena itu, dia mengatakan salah satu dukungan yang dapat diberikan oleh negara Eropa terhadap Indonesia yakni penurunan bahkan penghapusan bea masuk.

“Jadi Pak Duta Besar jika semua komoditas Indonesia diperlakukan sama seperti produk farmasi maka akan lebih banyak lagi produk Indonesia yang diekspor ke Eropa,” tandasnya.

Sumber: liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only