Tren suku bunga terus menurun. Penurunan suku bunga The Fed ikut menambah tekanan pemerintah agar menurunkan suku bunga. Saat ini BI 7-day repo rate berada di level 5,75%. Bagaimana pengaruh suku bunga ini terhadap Reksadana pasar uang?
Reksadana pasar uang memiliki beberapa keunggulan menarik. Reksadana ini umumnya memiliki imbal hasil lebih tinggi dari deposito. Harap diingat, bunga deposito terkena pajak 20%. Sedangkan reksa dana adalah instrumen bebas pajak.
Reksadana pasar uang juga memiliki likuiditas tinggi. Subscription ataupun redemption dapat dilakukan kapan pun tanpa biaya. Dengan karakteristik tadi investor dapat mencoba menggunakan Reksadana pasar uang sebagai alternatif deposito atau bahkan tabungan.
Tapi jangan lupa Reksadana adalah instrumen investasi sehingga tidak dijamin lembaga penjamin simpanan (LPS) seperti deposito.
IndustriReksadana pasar uang sendiri juga terus berkembang. Hingga akhir Juli 2019 terdapat 187 Reksadana pasar uang dengan dana kelolaan Rp 60,7 Triliun. Dana kelolaan reksa dana pasar uang memang termasuk kecil bila dibandingkan misalnya dana kelolaan reksa dana saham yang mencapai Rp 150 triliun. Namun, secara year to date, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana pasar uang dibanding Desember 2018 mencapai 33%, jauh melebihi pertumbuhan industri reksadana yang cuma 6%.
Dalam memilih Reksadana pasar uang investor harus memperhatikan beberapa faktor, salah satunya dana kelolaan. Dana kelolaan minimal sesuai aturan OJK adalah Rp 10 miliar. Kurang dari nilai tersebut, suatu Reksadana bisa dilikuidasi atau dibubarkan.
Semakin besar dana kelolaan mencerminkan tingkat kepercayaan investor. Selain itu dana kelolaan besar juga baik bagi likuiditas reksa dana tersebut. Lalu bagaimana kinerja Reksadana pasar uang di Indonesia?
Silahkan lihat tabel di laman ini. Dari situ terlihat jenazah 10 Reksadana pasar uang dengan return tertinggi, lebih baik dari suku bunga penjaminan LPS.
Tingginya kinerja ini mengindikasikan manajer investasi melakukan penempatan tidak hanya dalam deposito tetapi juga dalam instrumen pasar uang lain, seperti obligasi, sehingga turut menikmati kenaikan harga saat suku bunga turun.
Walau kinerja 2019 baik namun imbal hasil Reksadana pasar uang di 2020 diperkirakan akan mengalami penurunan. ini terkait suku bunga acuan deposito yang akan turun bila mengacu ke BI 7-day repo rate. Dengan demikian agar bisa memberi kinerja optimal, manajer investasi dituntut melakukan investasi pada produk pasar uang selain deposito.
Namun, tujuan utama Reksadana pasar uang adalah likuiditas. Alhasil, walaupun imbal hasil turun, sepanjang masih di atas deposito, akan tetap menarik untuk investor jangka pendek.
Reksadana pasar uang memang cocok bagi investor pemula atau investor yang ingin menjaga nilai uang dalam jangka pendek. Likuiditas yang tinggi dan pembahasan star deposito menjadi salah satu daya tarik dari Reksadana ini.
Bila sewaktu-waktu pasar modal mengalami koreksi investor dapat segera switching ke Reksadana lainnya. Meski begitu, Reksadana pasar uang juga berisiko. Bila instrumen yang dibeli seperti deposito atau obligasi mengalami gagal bayar, tentu dana investor ikut menguap. Investor diharapkan mempertimbangkan tujuan, jangka waktu dan risiko saat mengambil keputusan investasi.
Sumber : Harian Kontan

WA only
Leave a Reply